Dispora Kaltim Utamakan Mutu Program Pemuda Meski Anggaran Terbatas

Analis Kebijakan Ahli Muda Dispora Kaltim, Hasbar.

Ideanews.co, Samarinda – Di tengah gelombang efisiensi anggaran yang mulai dirasakan secara nasional, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur memilih untuk tetap menjaga mutu program kepemudaan ketimbang mengejar jumlah sasaran. Kualitas pembinaan, menurut Dispora, tak boleh dikorbankan meski fiskal semakin ketat.

Kebijakan efisiensi ini ditegaskan sebagai bagian dari arahan nasional yang menyentuh seluruh sektor di berbagai provinsi. Analis Kebijakan Ahli Muda Dispora Kaltim, Hasbar, menyampaikan bahwa Kaltim bukan satu-satunya daerah yang mengalami penyesuaian.

“Ini bukan semata soal pemotongan anggaran biasa. Ini kebijakan efisiensi yang sifatnya menyeluruh dan sistemik. Semua daerah mengalami, tidak hanya Kaltim,” ujar Hasbar, Rabu (4/6/2025).

Efeknya langsung terasa pada program pembinaan kapasitas pemuda. Jumlah peserta yang semula ditargetkan sebanyak 5.600 orang kini terpaksa dipangkas, begitu pula dengan jadwal kegiatan yang harus direvisi.

Meski begitu, Dispora Kaltim mengambil langkah strategis: menyesuaikan skala, namun mempertahankan mutu.

“Kami tetap jalankan program meski peserta lebih sedikit. Yang penting substansi tetap kuat, hasilnya jelas, dan dampaknya tetap bisa dirasakan para pemuda,” tegas Hasbar.

Ia juga menjelaskan bahwa keterlambatan pelaksanaan sejumlah program bukan disebabkan masalah teknis internal, melainkan proses realokasi anggaran yang harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian.

“Kami sebenarnya sudah siap sejak awal tahun. Tapi karena penyesuaian dari pusat, kami harus sabar menunggu kejelasan agar kegiatan tetap sesuai aturan,” jelasnya.

Hasbar menegaskan pentingnya menjaga komunikasi publik yang jernih, agar para pemuda maupun mitra kerja memahami kondisi yang tengah dihadapi. Baginya, pembinaan pemuda bukan semata soal seremonial, tapi upaya jangka panjang membentuk generasi tangguh dan berdaya saing.

“Efisiensi jangan sampai dijadikan alasan untuk berhenti. Justru ini tantangan bagi semua pihak untuk tetap produktif dan kreatif di tengah keterbatasan,” katanya.

Dispora Kaltim, lanjut Hasbar, kini memperkuat koordinasi lintas sektor guna memastikan sisa tahun anggaran 2025 tetap produktif. Pembinaan, pelatihan, dan pemberdayaan pemuda di berbagai kabupaten/kota akan terus dijalankan, meski dengan pendekatan yang lebih efisien.

“Yang berubah adalah cara, bukan tujuan. Kita tetap bergerak membina pemuda Kaltim yang mandiri, cakap, dan siap menghadapi tantangan zaman,” pungkasnya. (Adv)

Related posts

banner 868x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *