Ideanews.co, Penajam — Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menjadi salah satu daerah yang disinggahi Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) Brigjen TNI Suharma Zunam dalam rangkaian audiensi terkait rencana pembentukan Grup 4 Kopassus di Kalimantan. Audiensi berlangsung di Kantor Bupati PPU, Rabu (12/11).
Bupati PPU Mudyat Noor menyebut, kedatangan Danjen Kopassus kali ini merupakan langkah awal koordinasi mengenai penguatan struktur pertahanan di kawasan yang berdekatan dengan Ibu Kota Nusantara (IKN). Ia menegaskan bahwa pembahasan berlangsung cair dan bersifat konsultatif.
“Mereka datang untuk silaturahmi dan menyampaikan informasi rencana pembentukan Grup 4 Kopassus di Kalimantan,” kata Mudyat usai pertemuan.
Pada tahap awal, PPU sempat masuk dalam daftar wilayah yang disurvei sebagai calon lokasi markas pasukan elite tersebut. Daerah Pantai Lango dan Gersik bahkan sempat dipertimbangkan sebagai titik pembangunan. Namun, arah kebijakan terbaru membuat rencana itu berubah.
“Sekarang mereka melakukan survei ulang ke Loa Duri dan Loa Kulu di Kutai Kartanegara,” ungkap Mudyat.
Mudyat menjelaskan bahwa struktur Grup 4 jauh lebih besar dibandingkan satuan yang sebelumnya pernah dibahas pemerintah pusat untuk PPU. Jika sebelumnya hanya setingkat batalion, Grup 4 berada di strata lebih tinggi dengan komposisi personel mencapai ribuan.
“Grup itu membawahi empat batalion, dengan sekitar 3.500 personel. Dari sisi kekuatan pasukan, bahkan Kodam masih di bawah mereka,” jelasnya.
Rencana pembentukan Grup 4 Kopassus sendiri merupakan bagian dari kebijakan berkelanjutan untuk memperkuat kesiapsiagaan TNI di kawasan strategis, termasuk wilayah yang berbatasan dan yang memiliki potensi ancaman terhadap keamanan nasional. Dorongan ini sebelumnya telah mengemuka sejak era Presiden Joko Widodo dan diperkuat kembali oleh Presiden Prabowo Subianto.
Meski PPU tidak lagi menjadi lokasi prioritas survei, Mudyat mengatakan pihaknya tetap membuka ruang koordinasi bila sewaktu-waktu diperlukan pemerintah pusat. “Kami mendukung apa pun kebijakan negara yang berkaitan dengan penguatan pertahanan,” tandasnya. (Adv/Bey)









