Program Makan Bergizi Gratis di PPU Belum Merata, DPRD Minta Percepatan Layanan

Anggota DPRD PPU, Andi Iskandar Hamala. (Berby/Idea News)

Ideanews.co, Penajam — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai bergulir di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) sejak Oktober 2025. Dua bulan berjalan, sekitar 7.000 pelajar telah menerima manfaat melalui empat gedung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di Kecamatan Sepaku dan Penajam. Namun perluasan layanan di dua kecamatan lain masih tertinggal.

Anggota DPRD PPU, Andi Iskandar Hamala, menilai program strategis nasional itu belum menjangkau seluruh wilayah sehingga memerlukan percepatan. “Kasihan kalau anak-anak di satu wilayah belum dapat, sementara di wilayah lain sudah,” ujarnya.

Menurut Andi, ketersediaan dapur SPPG menjadi faktor penghambat utama. Ia menyebut pemerintah daerah dan Badan Gizi Nasional (BGN) masih menyiapkan fasilitas tambahan sebelum layanan bisa diperluas.

“Saat ini belum merata, tapi saya kira sedang dipersiapkan dapurnya. Ini bertahap,” katanya.

Meski memberi catatan kritis, Andi tetap menyampaikan dukungan penuh terhadap program tersebut. Ia menilai MBG krusial untuk mendorong tumbuh kembang anak dan meningkatkan kemampuan belajar.

“Program ini membangun generasi yang lebih sehat dan cerdas. Makanan bergizi membantu daya pikir anak saat belajar,” ucapnya.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten PPU memastikan evaluasi program terus dilakukan. Wakil Bupati PPU, Waris Muin, mengatakan layanan penyediaan makanan di sekolah berjalan sesuai standar, meski beberapa aspek masih perlu dibenahi.

“Secara umum MBG sudah berjalan bagus. Yang perlu diperhatikan hanya variasi menu dan porsi agar tidak mubazir,” ujarnya.

Pemkab PPU menargetkan perluasan layanan MBG dapat dilakukan bertahap hingga menjangkau seluruh siswa di empat kecamatan pada tahun mendatang. (Adv/Bey)

Related posts

banner 868x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *