Terdata 249 Kasus DBD Sepanjang 2025, Dinkes PPU Gencarkan Program PSN

Ilusttasi nyamuk DBD. (Istimewa)

Ideanews.co, Penajam — Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mencatat tren kenaikan kasus demam berdarah dengue (DBD) pada 2025, dengan konsentrasi tertinggi berada di Kecamatan Sepaku wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Penata Kelola Layanan Kesehatan Dinkes PPU, Harjito Ponco Waluyo, menyebut paparan pekerja pembangunan IKN menjadi salah satu faktor lonjakan.

“Sepaku paling tinggi. Banyak pekerja yang keluar masuk, sehingga mobilitasnya berpengaruh. Sampai sekarang sudah sekitar 249 kasus, mungkin sudah mendekati 260. Nanti saya cek lagi datanya,” ujar Harjito.

Selain Sepaku, peningkatan kasus juga terpantau dari Puskesmas Waru, khususnya di Desa Bangun Mulyo.

“Di Waru ada 16 kasus. Spot-spot tertentu memang rawan,” katanya.

Sebagai respons atas pola penularan nyamuk DBD yang menyebar di beberapa titik, Dinkes PPU mulai menggencarkan Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di seluruh Kabupaten PPU.

Program yang diusung adalah Gerakan Satu Rumah Satu Jentik, yaitu pemeriksaan mandiri jentik di rumah warga, pembersihan penampungan air, hingga pemberian larvasida jika diperlukan.

“Kalau tempat air sulit dikuras, kita kasih larvasida. Orang sering menyebut Abate, padahal itu nama produk. Istilah yang benar larvasida,” jelasnya.

Harjito menegaskan bahwa fogging bukan prosedur utama dalam pengendalian DBD. Fogging hanya dilakukan jika ditemukan minimal dua kasus di satu area sebagai indikasi penularan aktif.

“Fogging tidak dilakukan. Fogging itu hanya ketika ada penularan. Sering orang minta fogging sembarangan, itu salah,” tutupnya. (Adv/Bey)

Related posts

banner 868x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *