Ideanews.co, Penajam – Bupati Penajam Paser Utara (PPU) sekaligus Ketua Umum AKPSI, Mudyat Noor, kembali menegaskan pentingnya kenaikan Dana Bagi Hasil (DBH) sawit. Ia menilai daerah penghasil selama ini hanya mendapat porsi kecil, sementara dampak kerusakan infrastruktur sangat besar.
“DBH kita hanya sekitar Rp2 miliar, padahal jalan rusak akibat angkutan sawit jauh lebih luas. Selesai bangun 300–500 meter saja sudah habis,” ujarnya, Kamis (20/11/2025).
Mudyat menyoroti bahwa tidak seperti sektor tambang yang diwajibkan memiliki jalur khusus, angkutan sawit bebas melewati jalan umum hingga jalan desa, menyebabkan kerusakan tanpa kontribusi sepadan dari perusahaan.
Ia juga menyebut penerimaan daerah sangat minim karena sebagian besar pajak dan pungutan sawit dikelola pusat.
“Kickback ke daerah nyaris tidak terasa,” tegasnya.
Melalui AKPSI, yang menaungi ratusan kabupaten/kota penghasil sawit, Mudyat mendorong kenaikan porsi DBH dari 8 persen menjadi minimal 15 persen agar daerah tidak terus dirugikan.
“Perjuangan bersama yang bisa membuat suara daerah benar-benar didengar,” tutupnya. (Adv)









