Bukan Jepang, Ini Penajam: Tabebuya Mekar Sulap Jalan Jadi “Sakura Tropis”

Pemandangan Deretan tabebuya di sepanjang Jalan Provinsi Kilometer 9, Kelurahan Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam. (Tangkapan Layar Postingan Mudyat Noor, Bupati PPU)

Ideanews.co, Penajam – Tak perlu terbang ke Jepang untuk menikmati suasana musim semi. Di Penajam Paser Utara (PPU), pemandangan serupa hadir ketika pohon tabebuya mulai bermekaran.

Deretan tabebuya di sepanjang Jalan Provinsi Kilometer 9, Kelurahan Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam, menghadirkan panorama yang mencuri perhatian. Bunga berwarna merah muda, putih hingga kuning menghiasi sisi jalan, berpadu dengan pepohonan hijau dan langit biru.

Bacaan Lainnya

Dari kejauhan, suasananya mengingatkan pada lanskap Negeri Sakura. Namun, bunga yang bermekaran bukanlah sakura. Tabebuya atau Handroanthus chrysotrichus merupakan tanaman asal Brasil yang kerap disebut “sakura tropis” karena bentuk bunganya sekilas menyerupai sakura.

Keindahan tersebut turut membuat warga yang melintas terpukau. Berby, salah seorang warga, mengaku terpesona melihat pemandangan tabebuya yang menghiasi ruas jalan.

“Bagus sekali views-nya. Kalau lihat dari jalan seperti bukan di Penajam. Bunganya membuat suasananya terasa seperti di Jepang,” ujar Berby.

Menurutnya, keberadaan pohon tabebuya membuat perjalanan melintasi kawasan tersebut menjadi lebih menyenangkan. Ia berharap keindahan itu terus dirawat sehingga bisa menjadi salah satu daya tarik Penajam.

“Kalau dirawat dengan baik, kawasan ini bisa menjadi tempat yang menarik untuk berfoto atau sekadar menikmati suasana. Apalagi saat bunganya sedang bermekaran seperti sekarang,” katanya.

Pesona tabebuya juga memberikan warna tersendiri bagi wajah perkotaan Penajam. Pepohonan yang berjajar di sepanjang jalan tidak hanya memperindah kawasan, tetapi juga menghadirkan ruang visual yang membuat perjalanan terasa lebih nyaman.

Ketika musim berbunga tiba, pohon-pohon tersebut seolah mengubah wajah jalanan Penajam. Kelopak bunga yang memenuhi ranting dan sebagian berguguran menciptakan suasana berbeda dari hari-hari biasa.

Penajam memang bukan Jepang. Tetapi ketika tabebuya bermekaran, Benuo Taka seakan memiliki musim seminya sendiri, sebuah panorama sederhana yang kini menjadi pesona kota. (Adv/Nad)

Pos terkait

banner 868x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *