Ideanews.co, Penajam – Pekerjaan fisik di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus berjalan meski pembayaran kepada kontraktor belum dapat dilakukan secara penuh. Kondisi tersebut membuat realisasi keuangan APBD hingga akhir September 2026 tercatat 61,60 persen dari total anggaran Rp1,99 triliun.
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) PPU, Muhajir, mengatakan angka tersebut menggambarkan pembayaran yang telah benar-benar direalisasikan pemerintah daerah. Sementara progres fisik di lapangan dinilai telah berada di atas capaian serapan keuangan.
“Pengerjaan proyek dan kegiatan di lapangan sebenarnya terus berjalan. Kalau secara fisik, tentu peningkatannya lebih tinggi daripada realisasi keuangan saat ini,” kata Muhajir, Sabtu (3/10).
Menurutnya, pembayaran proyek fisik masih menunggu penyaluran Kurang Bayar Dana Bagi Hasil (KB DBH) dari pemerintah pusat. PPU saat ini memiliki hak KB DBH sekitar Rp320 miliar.
Sesuai ketentuan dalam surat edaran pelaksanaan kegiatan, pekerjaan fisik yang sedang berjalan belum dapat diberikan uang muka maupun pembayaran berdasarkan progres. Pembayaran baru dapat dilakukan setelah KB DBH diterima daerah.
Pemkab PPU berharap setidaknya 50 persen dari hak KB DBH tersebut dapat segera ditransfer. Besaran dana yang diterima nantinya akan menentukan kemampuan pemerintah daerah membayar pekerjaan yang sedang berjalan.
“Kalau KB DBH disalurkan dalam jumlah maksimal, kemungkinan besar kegiatan fisik bisa kita bayarkan. Tapi kalau kecil, tentu kita sulit membaginya,” ujarnya.
Muhajir menjelaskan, dari serapan APBD 61,60 persen, porsi terbesar masih berasal dari belanja rutin, terutama belanja pegawai dan Alokasi Dana Desa (ADD).
Dengan demikian, capaian serapan keuangan belum sepenuhnya mencerminkan progres pembangunan fisik PPU karena sejumlah pekerjaan masih berjalan sambil menunggu kemampuan pembayaran daerah. (Adv/Nad)








