Ideanews.co, Penajam – Ancaman abrasi di pesisir Kelurahan Tanjung Tengah, Kecamatan Penajam, mendorong Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menyiapkan usulan pembangunan tanggul pengaman pantai.
Abrasi yang terjadi sejak 2016 disebut telah mengikis daratan hingga sekitar 80 meter. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kawasan pesisir tidak hanya berkaitan dengan permukiman dan aktivitas masyarakat, tetapi juga memiliki ekosistem yang perlu dilindungi.
Dalam rancangan awal, tanggul pengaman pantai diusulkan membentang sepanjang 5,25 kilometer. Struktur tersebut direncanakan memiliki tinggi sekitar 2,5 meter dan lebar tujuh meter.
Nilai pembangunan diperkirakan mencapai Rp63,9 miliar. Infrastruktur itu diharapkan mampu mengurangi dampak gelombang laut sekaligus memperlambat laju pengikisan garis pantai.
Sekretaris Dinas PUPR PPU, M Ali Mushthofa, mengatakan pembangunan pengaman pantai tersebut masih sebatas usulan. Pelaksanaannya juga berkaitan dengan kewenangan pemerintah provinsi.
“Kalau untuk breakwater itu kita belum ada arah ke situ. Itu untuk pengaman pantai namanya. Itu wilayahnya PU provinsi,” kata Ali, Senin (5/10/2026).
Rencana tanggul tersebut mencakup kawasan pesisir mulai sekitar Pantai Corong, kawasan Pusat Tanjung Jumlai hingga mengarah ke Ekowisata Mangrove Kampung Baru.
Pemkab PPU telah menyampaikan kebutuhan tersebut kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Namun, pembahasan terkait dukungan anggaran dan waktu pelaksanaan belum menghasilkan kepastian.
“Kita usulkan,” ujarnya.
Ali mengatakan koordinasi dengan Pemprov Kaltim masih diperlukan sebelum rencana masuk ke tahap berikutnya. Menurutnya, pembagian kewenangan menjadi salah satu faktor yang harus diperhatikan dalam penanganan kawasan pesisir.
“Belum, belum kita bahas lagi. Nanti kita diskusikan lagi dengan provinsi,” jelasnya.
Pemkab PPU berharap usulan tersebut mendapat perhatian sehingga upaya perlindungan pesisir Tanjung Tengah dapat segera direalisasikan. Selain menjaga daratan, tanggul diharapkan mampu melindungi aktivitas masyarakat dan ekosistem pesisir dari ancaman abrasi yang terus berlangsung. (Adv/Nad)









