Bukan Cuma Harga Pangan, Air Bersih Jadi Ancaman Inflasi di PPU

Sekretaris Daerah (Sekda) PPU, Tohar. (Idnews)

Ideanews.co, Penajam – Musim kemarau tak hanya mengancam produksi pertanian di Penajam Paser Utara (PPU), tetapi juga menambah beban pengeluaran rumah tangga. Keterbatasan air bersih kini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi.

Sekretaris Daerah (Sekda) PPU, Tohar, mengatakan persoalan inflasi tidak lagi sebatas harga bahan makanan dan minuman. Kebutuhan air bersih yang harus dibeli masyarakat turut memengaruhi pengeluaran sehari-hari.

Bacaan Lainnya

“Sekarang kelompok makanan dan minuman, plus air bersih. Jadi, air bersih yang harus dibeli ini bukan hanya sekadar untuk air minum, tetapi juga untuk mandi dan mencuci,” ungkap Tohar, Sabtu, (10/10/2026).

Menurutnya, masyarakat harus mengeluarkan biaya tambahan ketika ketersediaan air terbatas. Pengeluaran tersebut menjadi beban baru, terutama untuk memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga.

Tohar menilai, pengendalian harga air memiliki tantangan berbeda dibandingkan komoditas pangan. Jika bahan pangan dapat diintervensi melalui distribusi dan operasi pasar, ketersediaan air sangat dipengaruhi kondisi alam.

“Ini akan menjadi beban kita makin berat untuk pengendalian inflasi. Ini yang kita tidak bisa menjangkau manakala memang terkait dengan faktor alam,” ujarnya.

Di sektor pangan, PPU juga masih bergantung pada pasokan dari luar daerah. Sejumlah komoditas didatangkan dari Jawa dan Sulawesi sehingga harga di tingkat lokal turut dipengaruhi kelancaran distribusi.

Tekanan semakin besar karena kemarau berkepanjangan turut menghambat produksi pertanian. Tohar menyebut musim tanam kedua mengalami kegagalan akibat keterbatasan air, baik untuk tanaman padi maupun hortikultura.

“Untuk padi juga tidak bisa, untuk hortikultura juga tidak bisa karena memang sudah tidak layak tanam media tanahnya,” tuturnya.

Kondisi ini menjadi tantangan berlapis bagi Pemkab PPU. Selain menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok, pemerintah daerah juga perlu menghadapi keterbatasan air dan menjaga keberlanjutan produksi pangan lokal. (Adv/Nad)

Pos terkait

banner 868x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *