Ideanews.co, Penajam – Penanganan stunting di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) membutuhkan upaya berkelanjutan yang melibatkan berbagai pihak. Selain intervensi pangan, edukasi keluarga dan pemantauan tumbuh kembang anak dinilai penting untuk menekan risiko gangguan pertumbuhan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) PPU, Mulyono, mengatakan bantuan pangan bagi balita yang mengalami masalah pertumbuhan perlu disertai pengawasan dan pemahaman orang tua mengenai pemenuhan kebutuhan anak.
“Intervensi balita kemarin sekitar 180 anak karena terkendala anggaran. Kita terus memantau perkembangannya dan mengingatkan orang tua agar bantuan itu benar-benar diberikan kepada anak yang menjadi sasaran,” ungkap Mulyono. Jumat, (9/10/2026).
Menurutnya, penanganan stunting tidak dapat dibebankan hanya kepada satu organisasi perangkat daerah (OPD). Koordinasi lintas sektor diperlukan agar edukasi kepada masyarakat dapat menjangkau keluarga secara lebih luas, termasuk mengenai kesiapan membangun rumah tangga dan dampak pernikahan usia dini.
Mulyono menyebut Kementerian Agama, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) PPU, serta instansi terkait lainnya perlu dilibatkan dalam upaya tersebut.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Harus berkolaborasi dengan Kementerian Agama, KB, dan pihak lainnya. Ini juga berkaitan dengan kesadaran orang tua, termasuk ketika menikahkan anak pada usia dini,” katanya.
Di sisi lain, DKP PPU mencatat angka stunting di daerah tersebut mengalami penurunan pada tahun ini. Meski demikian, masih terdapat dua desa atau kelurahan yang menjadi perhatian. Salah satunya Kelurahan Sepan, Kecamatan Penajam.
Mulyono berharap pemantauan dan koordinasi di wilayah yang masih menghadapi persoalan stunting dapat terus ditingkatkan. Ia juga berharap kondisi fiskal daerah membaik pada tahun depan sehingga anggaran intervensi pangan dapat ditambah dan menjangkau lebih banyak balita yang membutuhkan.
Melalui kolaborasi lintas sektor, bantuan pangan diharapkan berjalan seiring dengan edukasi keluarga dan pemantauan pertumbuhan anak agar penanganan stunting lebih tepat sasaran. (Adv/Nad)









