Ideanews.co, Jakarta – Mahasiswa dan kelompok masyarakat sipil bersiap menggelar demonstrasi di kawasan Tugu Proklamasi dan Tugu Tani, Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026). Mereka membawa sejumlah tuntutan, mulai dari penanganan krisis lingkungan hingga mahalnya biaya layanan publik.
Aksi di kawasan Tugu Tani diperkirakan melibatkan sekitar 500 orang. Massa berasal dari BEM Universitas Indonesia, BEM Seluruh Indonesia, serta kelompok yang tergabung dalam Komite Sadar (Selamatkan Daulat Rakyat).
Selain itu, aktivis Greenpeace Indonesia membentangkan dua spanduk raksasa di Monumen Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat. Spanduk tersebut memuat kritik terhadap penanganan krisis iklim dan kenaikan biaya hidup.
Aksi itu berlangsung bertepatan dengan dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Namun, sekitar pukul 08.00 WIB, petugas kepolisian bersama pemadam kebakaran menurunkan spanduk tersebut.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo turut menanggapi aksi Greenpeace Indonesia. Ia menghormati kebebasan masyarakat dalam menyampaikan pendapat, tetapi mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban umum.
“Jakarta ini atau Indonesia ini adalah negara demokrasi. Yang seperti itu tentunya kita memberikan penghormatan dan apresiasi. Tetapi yang paling penting jangan kemudian mengganggu ketertiban umum,” kata Pramono saat ditemui di salah satu hotel di Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026).
Pramono juga berharap para aktivis segera menurunkan spanduk agar tidak mengganggu ketertiban di Ibu Kota.
“Sekarang ini saya dengar mereka mudah-mudahan untuk segera turunkan (spanduknya). Jangan sampai ketertiban kita terganggu,” ujarnya.
Rangkaian aksi tersebut menyoroti persoalan lingkungan, korupsi, kebebasan berpendapat, dan kenaikan biaya hidup yang menjadi perhatian mahasiswa serta kelompok masyarakat sipil.
(Sumber: Merahputih.com)









