Ideanews.co, Penajam — Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) resmi memulai proses seleksi calon kepala sekolah untuk mengisi kekosongan pimpinan di sejumlah satuan pendidikan. Kekosongan ini terjadi karena banyaknya kepala sekolah yang memasuki masa purna tugas sepanjang tahun ini.
Kondisi tersebut membuat sejumlah sekolah terpaksa dipimpin oleh Pelaksana Tugas (PLT) dalam beberapa bulan terakhir.
“Kita memang mengalami kekurangan kepala sekolah. Banyak yang pensiun, sehingga sementara ini digantikan oleh PLT. Karena itu kita harus siapkan kepala sekolah definitif,” ujar Ismail, Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Disdikpora PPU.
Tahap awal seleksi berupa tes substansi diikuti 42 peserta. Mereka merupakan peserta yang lolos seleksi administrasi dari sekitar 62 hingga 70 pendaftar. Dari jumlah tersebut, hanya 21 peserta yang akan dinyatakan lulus dan berhak mengikuti pendidikan serta pelatihan calon kepala sekolah.
“Jika ingin mengangkat 21 kepala sekolah, maka peserta tes harus 42 orang. Setengahnya akan tersisih, setengah lainnya dipersiapkan sebagai calon kepala sekolah,” jelas Ismail.
Pelaksanaan pendidikan calon kepala sekolah direncanakan berlangsung pada 29 November hingga 8 Desember.
Meski diselenggarakan oleh pemerintah daerah, seluruh mekanisme seleksi mengikuti sistem nasional. Pendaftaran dilakukan secara daring melalui platform yang disediakan pemerintah pusat. Setelah itu, peserta menjalani seleksi administrasi dan tes substansi di tingkat daerah.
“Prosedur dan persyaratannya sudah ada di sistem pusat. Semua guru yang memenuhi syarat bisa mendaftar,” tambahnya.
Seleksi ditanggung oleh APBD, namun tim penguji dan pengawas didatangkan dari pusat dan provinsi. Komposisinya terdiri atas satu perwakilan dari Dirjen GTK Kemendikbudristek serta dua penguji dari pemerintah provinsi.
Disdikpora memprediksi sebanyak 21 kepala sekolah di PPU akan pensiun tahun ini. Karena itu, pemerintah daerah menyiapkan proses seleksi lebih awal untuk mempercepat pengisian jabatan ketika persetujuan pengangkatan dari pusat telah diterbitkan.
“Kita sudah prediksi akan kehilangan 21 kepala sekolah. Karena itu 21 orang ini kita siapkan dulu. Tinggal menunggu persetujuan pusat,” tutup Ismail. (Adv/Bey)









