Disdukcapil PPU Kembangkan Layanan Serambi Nusantara, Urus Akta Kelahiran Kini Bisa Sekaligus KK dan KIA Digital

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Disdukcapil PPU, Dony Ariswanto. (Berby/Idea News)

Ideanews.co, Penajam – Upaya digitalisasi layanan administrasi kependudukan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kembali bergerak maju. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) PPU tengah merampungkan pengembangan Serambi Nusantara, sistem layanan daring yang dirancang untuk mempermudah masyarakat dalam mengurus dokumen kependudukan, terutama akta kelahiran.

Program ini merupakan pembaruan dari layanan serupa yang diluncurkan beberapa tahun lalu, namun kini dirancang lebih lengkap dan terintegrasi. Plt Sekretaris Disdukcapil PPU, Dony Ariswanto, menyebutkan bahwa fitur layanan online yang tersedia saat ini masih terbatas pada pembuatan Kartu Keluarga (KK) dan akta kelahiran. Sementara dokumen lain seperti Kartu Identitas Anak (KIA) masih membutuhkan pengurusan manual di kantor Disdukcapil.

Namun, perubahan besar segera hadir. “Output layanan online akta kelahiran nanti langsung menjadi tiga dokumen, akta kelahiran, KK, dan KIA versi digital. Masyarakat akan menerima file PDF yang bisa dipakai untuk daftar sekolah, membuka rekening, hingga sinkronisasi data ke Dapodik,” kata Dony.

Disdukcapil mencatat permintaan terhadap KIA meningkat pesat sejak diberlakukannya aturan baru terkait pendaftaran sekolah dan pemanfaatan ijazah digital. Untuk memastikan kelancaran layanan, Disdukcapil telah menjalin kerja sama dengan sejumlah sekolah seperti SMP 21, SMP 16, dan SMK 4. Melalui kerja sama ini, data kependudukan akan langsung terhubung dengan sistem Dapodik di satuan pendidikan.

“Kami sudah melakukan penandatanganan kerja sama. Data anak nanti bisa langsung tersinkron melalui sekolah,” ujarnya.

Meski mendorong penggunaan dokumen digital, Disdukcapil tetap menyiapkan sekitar 6.000 keping KIA untuk masyarakat yang membutuhkan kartu fisik. “Kami siapkan untuk kebutuhan mendesak, tapi arahnya tetap ke digital,” imbuh Dony.

Aplikasi Serambi Nusantara saat ini belum dirilis ke publik. Disdukcapil menunggu agenda presentasi Kepala Dinas di hadapan tim inovasi daerah dari Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi sebelum aplikasi dapat dioperasikan secara luas.

Dony menjelaskan bahwa nama Serambi Nusantara dipertahankan karena sudah dikenal masyarakat sejak versi sebelumnya.

“Brand ini sudah melekat. Tapi tetap kami buatkan kepanjangan resminya sebagai Sistem Elektronik Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten PPU,” terangnya.

Lewat sistem layanan digital yang terintegrasi, Disdukcapil PPU berharap pengurusan dokumen kependudukan akan jauh lebih cepat dan efisien. “Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk mempercepat transformasi digital dan memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan publik,” tutupnya. (Adv/Bey)

Related posts

banner 868x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *