DPRD PPU Dorong Hilirisasi Gracilaria untuk Selamatkan Harga Rumput Laut

Sujiati, Anggota DPRD PPU. (Berby/Idea News)

Ideanews.co, Penajam – Produksi rumput laut gracilaria di Penajam Paser Utara terus meningkat, namun petani justru menghadapi anjloknya harga jual. Di tengah situasi tersebut, Komisi II DPRD PPU mendesak pemerintah daerah mengambil langkah strategis melalui program hilirisasi agar komoditas unggulan itu tidak hanya dijual mentah.

Data Dinas Perikanan PPU menunjukkan produksi gracilaria pada 2024 mencapai 9.270 ton, angka yang diperkirakan terus naik seiring bertambahnya petani tambak di Benuo Taka yang beralih membudidayakan rumput laut jenis ini.

“Beberapa tahun terakhir budidaya gracilaria meningkat pesat. Potensi ini terlalu besar kalau hanya berhenti di tahap budidaya,” kata Wakil Ketua Komisi II DPRD PPU, Sujiati.

Menurut dia, lonjakan produksi harus diimbangi kemampuan daerah mengolah hasil panen menjadi produk bernilai tambah. Hilirisasi, kata Sujiati, menjadi jalan paling realistis untuk memperkuat posisi petani sekaligus mengatrol harga.

Ia mengusulkan pemerintah daerah maupun investor swasta mulai mendorong berdirinya industri pengolahan gracilaria—bahan baku penting bagi produk agar-agar, makanan olahan, hingga kosmetik.

“Kalau dikembangkan menjadi produk turunan, nilai tambahnya jauh lebih besar,” ujarnya.

Dorongan hilirisasi muncul di tengah harga gracilaria kering yang merosot dari Rp 5.000 menjadi Rp 3.500 per kilogram. Penurunan itu membuat banyak petani sulit menutup biaya produksi.

Menurut Sujiati, keberadaan pabrik pengolahan di daerah dapat menjaga stabilitas harga dan memperkuat ekonomi lokal. “Manfaatnya berlapis. Harga lebih stabil, ada lapangan pekerjaan, lalu perputaran ekonomi di daerah meningkat,” katanya.

Ia menilai PPU tidak boleh hanya bergantung pada penjualan rumput laut mentah yang rawan fluktuasi harga. Dengan produksi yang terus tumbuh, hilirisasi dianggap sebagai kebutuhan mendesak agar komoditas unggulan itu benar-benar memberi kesejahteraan bagi pembudidaya di Benuo Taka dan wilayah lain. (Adv/Bey)

Related posts

banner 868x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *