Ideanews.co, Samarinda – Ketua Komisi II DPRD Penajam Paser Utara (PPU), Thohiron, menilai rencana penguatan Koperasi Merah Putih melalui penyediaan lahan dan pembangunan gudang penyimpanan produksi merupakan langkah strategis untuk memperkuat rantai pasok dan menjaga harga komoditas petani.
Menurutnya, keberadaan gudang lengkap dengan fasilitas pendingin berkapasitas besar akan menjadi penopang distribusi hasil pertanian di daerah.
“Itu bukan menyulitkan, justru memudahkan. Koperasi didorong punya gudang dan kulkas besar untuk menyimpan produk. Jadi kalau hasil panen belum sempat dipasarkan, barang itu tidak cepat rusak,” ujar Thohiron, Selasa (11/11).
Ia menjelaskan, penyediaan lahan memang menjadi tanggung jawab koperasi. Fasilitas penyimpanan tersebut, kata dia, berfungsi sebagai ruang penyangga (buffer) yang memungkinkan produk pertanian tetap segar sebelum masuk pasar.
“Kalau petani panen sayur dalam jumlah banyak, tanpa penyimpanan pendingin, sayurnya bisa layu. Kalau tidak habis sehari, ya rusak,” ucapnya.
Menurut Thohiron, keberadaan gudang dan cold storage merupakan kebutuhan dasar dalam skema tata niaga modern. Apalagi jika koperasi mulai menghimpun produk dari berbagai wilayah di PPU.
“Kalau mengambil barang dari banyak daerah untuk distok, tapi kita tidak punya gudang es yang besar, ya percuma. Barangnya busuk. Makanya disiapkan lahannya untuk itu,” katanya.
Upaya ini, lanjutnya, tidak hanya membantu petani menjaga kualitas panen, tetapi juga membuka peluang koperasi mengatur ritme penjualan sesuai kebutuhan pasar. Dengan begitu, harga komoditas dapat lebih stabil dan tidak merugikan produsen.
“Kalau ingin maju, fasilitas penopang harus disiapkan. Ini investasi yang memang perlu,” tutup Thohiron. (Adv/Bey)









