Ideanews.co, Penajam – Wakil Ketua DPRD Penajam Paser Utara (PPU), Andi Muhammad Yusuf, tidak hanya menyoroti pentingnya pembangunan drainase permanen untuk mencegah banjir di RSUD Putri Aji Botung (PAB), tetapi juga menilai kesiapsiagaan instansi terkait seperti manajemen rumah sakit dan Dinas Kesehatan perlu terus diperkuat.
Saat ditanya mengenai pandangan DPRD terhadap kesiapsiagaan RSUD serta Dinas Kesehatan, Andi menilai bahwa kejadian banjir memang masuk kategori bencana alam yang sulit diprediksi. Namun, menurutnya, perbaikan antisipasi tetap harus menjadi prioritas.
“Namanya bencana alam, datang tiba-tiba. Tapi dengan kejadian seperti itu, harus ada fokus lebih kuat untuk mengantisipasi supaya tidak terjadi banjir lagi seperti kemarin.” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa peristiwa tersebut jangan sampai menimbulkan kesan buruk terhadap fasilitas pelayanan kesehatan utama di daerah.
Lebih jauh, Andi menegaskan pentingnya memastikan pelayanan rumah sakit tidak terganggu ke depannya. Menurutnya, hal itu hanya bisa dicapai melalui perencanaan yang matang dan pembangunan infrastruktur yang benar-benar terukur.
“Yang pertama memang harus direncanakan semaksimal mungkin, sehingga pembangunan itu tertata dengan baik. Antisipasi juga harus disiapkan, agar kalau hujan berapa hari pun tidak menimbulkan banjir karena perencanaan yang matang,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa rumah sakit tidak boleh terhambat dalam melayani pasien hanya karena persoalan banjir.
“Namanya rumah sakit harus dapat perhatian khusus, apalagi di situ tempat mengobati orang sakit di Kabupaten Penajam Paser Utara,” tandasnya. (Adv/Bey)









