Ideanews.co, Indonesia – Langit Indonesia tak pernah benar-benar sunyi. Di sana, selama 77 tahun, Garuda Indonesia terus mengepakkan sayapnya membawa harapan, rindu, dan cita-cita bangsa dari satu pulau ke pulau lain.
Lahir pada 1949, di masa republik masih belajar berdiri, Garuda terbang bukan sekadar sebagai alat transportasi. Ia hadir sebagai penanda kedaulatan, penghubung negeri kepulauan, dan saksi perjalanan Indonesia dari waktu ke waktu. Dari baling-baling sederhana hingga pesawat berbadan lebar modern, Garuda tumbuh seiring perubahan zaman.
Perjalanan itu tak selalu mulus. Badai krisis, gelombang pandemi, dan tekanan industri pernah mengguncang sayapnya. Namun Garuda memilih bertahan. Dengan menata ulang arah, merawat kepercayaan, dan berpegang pada filosofi melayani dengan hati, maskapai pelat merah ini kembali meneguhkan langkah.
Memasuki usia ke-77 pada 26 Januari 2026, Garuda Indonesia menatap masa depan dengan semangat pembaruan. Digitalisasi layanan, efisiensi armada, dan komitmen keberlanjutan menjadi bahan bakar untuk terus melaju. Di setiap penerbangan, Garuda membawa wajah Indonesia ramah, beragam, dan berkelas.
Bagi penumpang, Garuda adalah perjalanan pulang. Bagi bangsa, ia adalah simpul persatuan. Dan di langit Nusantara, Garuda Indonesia terus terbang menyulam jarak, menjaga harapan, dan mengabdi untuk negeri. ( Tim Redaksi)









