Ideanews.co, Penajam — Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus memperkuat layanan sosial bagi penyandang gangguan jiwa. Pembangunan rumah singgah baru untuk Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) saat ini tengah berlangsung di kawasan belakang Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Penajam, dan ditarget dapat selesai pada Desember 2025.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial (Dinsos) PPU, Muhtar, menyampaikan bahwa progres pembangunan telah mencapai 25 hingga 35 persen. Struktur bangunan seperti tiang dan sloof sudah berdiri dan pengerjaan terus dikebut sesuai jadwal.
“Itu sudah berjalan. Bangunan sudah naik sekitar 25 sampai 35 persen. Targetnya Desember selesai, sesuai jangka waktu dari ULP,” jelas Muhtar, Kamis (13/11).
Pembangunan yang dimulai pertengahan Oktober 2025 itu baru berjalan kurang dari satu bulan. Rumah singgah memiliki ukuran sekitar 10 x 10 meter dengan fasilitas dua kamar, satu dapur, serta satu ruang penempatan sementara bagi ODGJ.
Tahun ini, Dinsos PPU hanya membangun satu unit rumah singgah. Muhtar berharap tahun depan dapat dialokasikan kembali anggaran untuk menambah satu unit lagi sehingga penempatan ODGJ bisa dipisahkan berdasarkan jenis kelamin.
“Mudah-mudahan tahun depan ada satu lagi. Supaya bisa dipisahkan, yang laki sendiri, yang perempuan sendiri. Tidak mungkin kita tempatkan satu rumah,” ujarnya.
Adapun anggaran pembangunan satu unit rumah singgah mencapai sekitar Rp650 juta. Selama menunggu fasilitas baru itu selesai, penanganan ODGJ masih menggunakan bangunan sewa yang telah berfungsi sebagai rumah singgah lama.
“Yang lama itu kita sewa. Sementara ini tetap dipakai, karena yang dibangun baru satu,” tutup Muhtar.
Dengan pembangunan fasilitas baru ini, Pemkab PPU berharap proses rehabilitasi dan penanganan ODGJ dapat dilakukan lebih layak dan manusiawi. (Adv/Bey)









