Ideanews.co, Penajam – Auditorium STT Migas Balikpapan dipadati toga hitam pada Sabtu (15/11). Di antara para wisudawan yang menunggu namanya dipanggil, hadir Wakil Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Abdul Waris Muin, yang datang memberi dukungan khusus bagi mahasiswa asal PPU yang turut diwisuda.
Acara itu merupakan Wisuda Sarjana dan Ahli Madya ke-XXII STT Migas Balikpapan. Tahun ini, sebanyak 276 lulusan dari berbagai program studi dilepas ke dunia profesional.
Upacara wisuda dihadiri beragam pemangku kepentingan mulai dari Wakil Wali Kota Balikpapan, perwakilan Kapolda Kaltim, Otorita IKN, pimpinan yayasan, hingga civitas akademika kampus tersebut.
Dalam laporan akademik, Ketua STT Migas memaparkan komposisi lulusannya. Diantaranya yakni sebanyak 180 sarjana teknik perminyakan, 30 sarjana geologi, 27 sarjana teknik industri, 20 diploma III instrumentasi dan elektronika migas, 18 diploma III pengolahan migas.
Dari ratusan nama yang diumumkan, 55 wisudawan berhasil menggenggam predikat cumlaude, gelar akademik tertinggi yang diberikan kampus.
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo yang turut hadir menyinggung perubahan besar yang sedang berlangsung di sektor energi dan teknologi. Ia menegaskan pentingnya kemampuan beradaptasi di tengah transformasi industri migas.
“Persaingan kerja semakin ketat. Literasi digital, kemampuan adaptasi, dan etika profesional menjadi kunci untuk bersaing,” ujarnya, Sabtu (15/11).
Menurutnya, perkembangan pesat Kota Balikpapan dan kawasan penyangga IKN menjadikan kebutuhan tenaga profesional migas tetap tinggi.
“Peluang bagi lulusan migas masih sangat terbuka,” katanya.
Dalam kesempatan terpisah, Wakil Bupati PPU Abdul Waris mengapresiasi para mahasiswa asal PPU yang berhasil menuntaskan studi di kampus energi tersebut. Ia menyebut kehadirannya sebagai bentuk dukungan moral dan komitmen daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Oleh karena itu, salah satu bentuk kolaborasi antara pemerintah daerah dan pemerintah provinsi adalah memastikan kesiapan SDM di daerah,” tutur Wabup Muin.
Dirinya juga menilai momentum wisuda sebagai penanda kesiapan generasi muda menghadapi dinamika industri yang berubah cepat.
“Kemampuan teknis harus berjalan beriringan dengan pembentukan karakter dan profesionalitas,” tutupnya. (Adv/Bey)









