Ideanews.co, Samarinda – Ketua PORTINA Kalimantan Timur, Supriyatmono, menegaskan bahwa ketidakhadiran Mahakam Ulu (Mahulu) dan Penajam Paser Utara (PPU) dalam seleksi Pekan Olahraga Tradisional Daerah (POTRADDA) 2025 bukanlah akibat kurangnya aktivitas dalam pembinaan olahraga tradisional.
Menurut Supriyatmono, kedua kabupaten tersebut selama ini justru aktif terlibat dalam berbagai kegiatan PORTINA Kaltim, termasuk kompetisi dan pengembangan kapasitas pelatih serta atlet. “Mahulu dan PPU cukup rutin ikut pelatihan dan event kami, seperti pelatihan pelatih yang baru diadakan di Kutai Kartanegara bulan Juni lalu,” ujarnya.
Meski demikian, Supriyatmono mengaku tidak mengetahui secara pasti alasan teknis di balik ketidakhadiran mereka dalam seleksi yang digelar pada 9 Juli 2025 di GOR Kadrie Oening, Samarinda. “Itu mungkin masalah internal daerah, dan Dispora Kaltim lebih paham kendalanya,” tambahnya.
Ia menduga bahwa kendala seperti anggaran terbatas, waktu pelaksanaan, atau kesulitan logistik bisa menjadi faktor penghambat partisipasi kedua daerah tersebut. “Kami tidak ingin berspekulasi, tapi kemungkinan ada kendala teknis yang tidak bisa dihindari,” jelasnya.
Supriyatmono juga memberikan apresiasi tinggi kepada kabupaten dan kota lain yang telah berpartisipasi penuh dalam seleksi sebagai bentuk semangat menjaga warisan budaya melalui olahraga tradisional.
“Kami berharap Mahulu dan PPU dapat kembali berpartisipasi aktif di kegiatan mendatang,” tutupnya. (Adv)









