DPRD Kaltim Desak Percepatan Pembangunan Bozem, Tekan Dampak Banjir di Balikpapan

Anggota DPRD Kaltim, Yusuf Mustafa.

Ideanews.co, Balikpapan – Bencana banjir yang kembali melanda sejumlah wilayah di Balikpapan akibat curah hujan ekstrem dan air laut pasang, menjadi perhatian serius Anggota DPRD Kalimantan Timur, Yusup Mustofa. Ia menilai bahwa penanganan banjir harus dilakukan secara terukur dan menyeluruh, tidak sekadar respons sesaat.

Yusup menyatakan bahwa persoalan banjir tidak semata karena faktor alam, melainkan juga akibat sistem infrastruktur pengendali air yang belum memadai. Ia mendorong agar proyek-proyek strategis seperti pembangunan bozem atau kolam retensi bisa dipercepat pelaksanaannya.

“Saya mendorong percepatan pembangunan bozem, karena ini sangat penting sebagai penampung air saat intensitas hujan tinggi. Kalau dibiarkan, masyarakat akan terus menjadi korban,” ujar Yusup pada Kamis (03/07/2025).

Pemerintah Kota Balikpapan, lanjutnya, sudah melakukan beberapa upaya penting seperti pelebaran drainase dan pengerukan saluran air di titik-titik rawan banjir. Namun, ia mengingatkan agar kebijakan ini tidak berhenti pada penanganan teknis, melainkan menyentuh juga aspek tata ruang dan perencanaan jangka panjang.

Menurut Yusup, kolam retensi dengan luas sekitar 10 hektare yang kini sedang dalam proses pembangunan, harus dikawal hingga selesai. Proyek tersebut diharapkan dapat menjadi penopang utama dalam sistem pengendalian banjir kota.

Ia juga menyoroti tantangan anggaran yang kerap menjadi penghambat percepatan pembangunan. Karenanya, ia mendorong Pemkot dan Pemprov bersinergi, termasuk melibatkan anggaran pusat jika dibutuhkan.

“Masalah banjir ini bukan hanya soal teknis, tapi soal komitmen dan prioritas. Jika ini menjadi prioritas bersama, saya yakin bisa diselesaikan,” pungkasnya. (Adv)

Related posts

banner 868x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *