Ideanews.co, Kutai Timur – Aspirasi kelompok perempuan di Desa Miau Baru, Kecamatan Wahau, Kutai Timur, mendapat perhatian khusus dari Anggota DPRD Kalimantan Timur, Budianto Bulang.
Dalam kegiatan reses awal Juli 2025, para ibu-ibu pelaku usaha rumahan menyampaikan kebutuhan mereka akan bantuan mesin jahit demi mengembangkan usaha yang telah berjalan.
Sebagian besar dari mereka telah memiliki keterampilan menjahit, namun keterbatasan alat membuat produktivitas kelompok terganjal. Yuli, salah satu perwakilan warga, menjelaskan bahwa kelompok menjahit ini sudah cukup aktif, hanya saja masih menggunakan peralatan seadanya.
“Kami ingin usaha ini berkembang, tapi tanpa dukungan mesin jahit yang memadai, kami kesulitan memenuhi permintaan. Tambahan mesin akan sangat membantu kami meningkatkan penghasilan keluarga,” ujarnya.
Mendengar aspirasi tersebut, Budianto menyatakan komitmennya untuk mengawal permintaan itu hingga ke tingkat kebijakan provinsi. Ia menilai kelompok usaha seperti ini memiliki potensi besar dalam memperkuat ekonomi desa, khususnya dari sisi pemberdayaan perempuan.
“UMKM berbasis keluarga, apalagi yang dikelola ibu-ibu desa, perlu menjadi perhatian serius. Mereka bukan hanya menopang ekonomi rumah tangga, tapi juga menciptakan lapangan kerja lokal,” jelas Budianto.
Politisi Partai Golkar itu juga menegaskan bahwa dirinya akan berkoordinasi dengan dinas terkait agar bantuan yang dibutuhkan bisa masuk dalam program pemberdayaan ekonomi provinsi. Ia juga mengingatkan pentingnya legalitas dan pendataan kelompok UMKM agar bantuan yang diberikan tepat sasaran.
“Kita butuh data yang valid agar proses pengusulan bisa berjalan lancar. Saya akan pastikan aspirasi ini tidak berhenti di catatan, tapi benar-benar ditindaklanjuti,” tambahnya.
Menurutnya, reses menjadi wadah penting untuk menangkap kebutuhan riil masyarakat. Melalui dialog langsung, wakil rakyat dapat merumuskan arah kebijakan yang sesuai dengan kondisi lapangan.
“Aspirasi seperti ini harus jadi bahan dasar perencanaan pembangunan. Dari desa kita mulai, dan perempuan pelaku UMKM adalah salah satu kekuatan utama dalam menciptakan pemerataan ekonomi,” pungkas Budianto. (Adv)









