Komisi II Soroti Kualitas Layanan Perpustakaan PPU: Arsip dan Digitalisasi Masih Tertinggal

Ketua Komisi II, DPRD Kabupaten PPU, Thohiron. (Ist)

Ideanews.co, Penajam – Ketua Komisi II DPRD Penajam Paser Utara (PPU), Thohiron, menilai layanan dan pembinaan yang dilakukan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan daerah tersebut sudah menunjukkan perkembangan yang positif.

Namun ia mengingatkan masih ada dua pekerjaan rumah penting, yakni ketersediaan gedung arsip dan akselerasi layanan digital. Menurut Thohiron, pembinaan ke sekolah-sekolah dan desa-desa selama ini berjalan efektif.

“Ini perlu diapresiasi. Sarana dan pembinaannya sudah bagus,” ujarnya, saat di gedung DPRD PPU, Selasa (11/11).

Bangunan perpustakaan daerah yang kini digunakan diketahui merupakan fasilitas bantuan dari pemerintah pusat. Thohiron menyebutnya sudah representatif dan relevan dengan kebutuhan layanan publik.

“Gedungnya kekinian, bagus,” katanya.

Meski begitu, ia menegaskan bahwa Kabupaten PPU hingga kini belum memiliki gedung khusus arsip, yang menurutnya merupakan kebutuhan strategis bagi penyimpanan dokumen daerah.

“Kekurangannya satu, yaitu gedung arsip. Jangan sampai kita tidak punya. Arsip itu penting,” ujarnya.

Selain persoalan gedung arsip, Thohiron juga menyoroti belum optimalnya layanan digital. Ia menilai digitalisasi perlu dilakukan agar akses buku tidak bergantung pada kunjungan fisik.

“Kalau layanan digital sudah ada, masyarakat bisa cukup memindai barcode dan memilih buku. Tidak harus datang langsung,” katanya.

Lonjakan kunjungan justru menjadi persoalan baru. Ruang baca perpustakaan saat ini dinilai belum mampu menampung kunjungan dalam jumlah besar secara bersamaan. Satu sekolah datang dalam satu waktu saja kadang membuat kapasitas ruangan terbatas. Sejauh ini pihak perpustakaan mengatur jadwal kunjungan agar tidak terjadi penumpukan.

Thohiron berharap pemerintah daerah terus mengembangkan koleksi buku sebagai inti dari layanan perpustakaan. Termasuk menambah buku-buku dengan kategori penjualan tinggi (best seller) yang biasanya memiliki harga lebih mahal.

“Perpustakaan tidak boleh berhenti. Buku harus terus bertambah agar masyarakat tetap update,” terangnya.

Ia menegaskan Komisi II akan mendorong pemerintah daerah memasukkan pembangunan gedung arsip dan penguatan digitalisasi ke dalam program prioritas.

“Ini soal komitmen. Arsip dan layanan digital harus segera dipikirkan,” tandasnya. (Adv/Bey)

Related posts

banner 868x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *