PPU Angkat Bahasa Daerah ke Panggung FTBI, Dua Wakil Siap Tarung di Level Nasional

Peni, Analis Kebijakan Bidang Pendidikan Dasar Disdikpora PPU

Ideanews.co, Penajam – Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kembali menunjukkan kiprahnya dalam pelestarian bahasa daerah melalui ajang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Provinsi Kalimantan Timur. Pada gelaran tahun ini, PPU sukses keluar sebagai salah satu daerah dengan perolehan prestasi terbanyak setelah mendominasi sejumlah cabang lomba, baik di tingkat SD maupun SMP.

Peni, Analis Kebijakan Bidang Pendidikan Dasar Disdikpora PPU, menyampaikan bahwa raihan prestasi tersebut menempatkan PPU di posisi teratas berdasarkan jumlah kemenangan.

“Alhamdulillah, kita meraih banyak gelar juara dari berbagai kategori juara satu, dua, dan tiga. Dengan capaian terbanyak, bisa dikatakan PPU menjadi juara umum,” ujarnya.

Dari seluruh pemenang itu, hanya juara pertama yang mendapat tiket menuju FTBI tingkat nasional. Tahun ini PPU mengirim dua wakilnya dari jenjang SMP, yakni juara pertama kategori pidato dan juara pertama kategori puisi. Keduanya akan mewakili Kalimantan Timur dalam ajang nasional yang dijadwalkan berlangsung pada April atau Mei mendatang.

“Untuk jenjang SMP tahun ini hanya ada dua cabang, pidato dan puisi. Kebetulan dua-duanya dimenangkan PPU,” terang Peni.

Di jenjang SD, lomba yang dipertandingkan meliputi Betore dan Sempuri. Meski PPU juga menorehkan hasil positif, belum ada konfirmasi peserta SD yang akan diberangkatkan ke tingkat nasional.

Disdikpora menyebut proses pembinaan intensif bagi para peserta nasional baru akan digencarkan mendekati waktu pelaksanaan. Saat ini para juara diminta tetap berlatih melalui kegiatan ekstrakurikuler di sekolah masing-masing.

“Sementara ini anak-anak tetap berlatih di sekolah. Untuk latihan intensif biasanya dimulai dekat hari lomba,” jelas Peni.

Untuk keberangkatan peserta ke tingkat nasional, seluruh biaya ditanggung oleh pemerintah pusat. Sedangkan biaya pendamping dari daerah akan difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten PPU.

“Peserta ditanggung pusat. Kalau ada pendamping daerah, itu kami yang biayai,” tambahnya.

Sebagai ajang berjenjang dari tingkat kecamatan hingga nasional, FTBI menjadi ruang bagi siswa memperkenalkan bahasa daerah mereka. Peni mengatakan peserta dari PPU akan tampil menggunakan bahasa lokal yang digunakan di wilayah tersebut, sementara kabupaten lain membawa bahasa daerah masing-masing.

“PPU dan Kabupaten Paser sama-sama tampil dengan bahasa daerah masing-masing. Itu yang membuat FTBI menarik,” tutupnya. (Adv/Bey)

Related posts

banner 868x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *