PPU Kejar Pembangunan SNT Tetap November, Sertifikat Lahan Sudah Terbit

Plt Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) PPU, Muhtar. (Idnews)

Ideanews.co, Penajam – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) berupaya mempertahankan jadwal pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) agar tetap dimulai November 2026.

Sebelumnya, pembangunan SNT di Kecamatan Babulu berpotensi bergeser hingga Maret atau April 2027 karena terkendala keterlambatan sertifikasi lahan.

Bacaan Lainnya

Plt Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) PPU, Muhtar, mengatakan pemerintah daerah kini kembali mengajukan permohonan kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) agar pembangunan tetap dapat dimulai November.

Menurutnya, sejumlah dokumen yang sebelumnya menjadi kendala kini telah diselesaikan. Sertifikat lahan dan dokumen kriteria kesiapan pembangunan telah terbit, sedangkan dokumen UKL-UPL ditargetkan rampung dalam waktu dekat.

“Karena sertifikat kita belum keluar, kemungkinan besar di bulan Maret, April. Cuma setelah itu kita sudah keluar sertifikatnya. Nah, telat beberapa hari aja,” ungkapnya, Senin (28/9/2026).

Pemkab PPU, lanjut dia, telah bersurat kepada Kemendikdasmen  untuk meminta pertimbangan agar daerah tersebut tetap masuk dalam kelompok lokasi yang pembangunannya dimulai tahun ini.

Muhtar menyebut terdapat sekitar 17 kabupaten/kota di Indonesia yang dinilai telah siap dan masuk dalam penetapan pembangunan. Saat ini, keputusan tersebut disebut tinggal menunggu pengesahan Menteri Dikdasmen, Abdul Mu’ti.

“Nah, mudah-mudahan Penajam Paser Utara bisa dimasukkan ke dalam kelompok itu,” harapnya.

Program SNT sendiri merupakan program Kemendikdasmen yang mengintegrasikan jenjang SMP dan SMA dalam satu ekosistem pendidikan.

Untuk pembangunan SNT di PPU, anggaran yang disiapkan rencananya mencapai Rp250 miliar. Anggaran tersebut mencakup pembangunan ruang kelas, ruang guru, laboratorium, sarana olahraga serta fasilitas pendukung lainnya.

Muhtar mengatakan SNT juga dilengkapi asrama. Kapasitas yang diperkirakan dapat ditampung mencapai sekitar 5.000 siswa.

“Totalnya seluruhnya Rp250 miliar. RKB, ruang guru, laboratorium, sarana olahraga, seluruhnya lengkap,” pungkasnya. (Adv/Nad)

Pos terkait

banner 868x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *