Ideanews.co, Penajam – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) diminta tidak sekadar menggelar pasar murah di lokasi yang mudah dijangkau. Wilayah dengan tingkat kerawanan pangan tinggi justru harus menjadi prioritas agar bantuan benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan.
Sekretaris Daerah (Sekda) PPU, Tohar, menegaskan pelaksanaan gerakan pasar murah dan pangan murah pada triwulan IV 2026 perlu mengacu pada peta kerawanan pangan. Pemetaan tersebut menjadi dasar menentukan wilayah yang harus lebih dahulu mendapatkan intervensi pemerintah.
Menurutnya, kategori kerawanan pangan yang ditandai dengan warna merah, kuning, dan hijau harus menjadi pertimbangan dalam menentukan lokasi kegiatan. Wilayah berkategori merah perlu mendapat perhatian lebih karena menunjukkan tingkat kerawanan yang lebih tinggi.
“Yang merah titiknya di mana pun, itu kita yang mendekatkan. Jangan mereka yang turun ke lapangan,” ungkapnya, Kamis (8/9/2026).
Tohar menilai, pemerintah harus aktif mendekatkan akses pangan murah kepada masyarakat, bukan justru membebani warga dengan biaya dan tenaga untuk mendatangi lokasi kegiatan. Pendekatan tersebut diharapkan membuat program lebih tepat sasaran.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut baru memasuki tahap peluncuran dan belum berjalan penuh pada triwulan keempat. Karena itu, perangkat daerah terkait diminta segera memperkuat koordinasi dengan Perum Bulog dan pihak lain yang terlibat dalam penyediaan komoditas pangan.
“Triwulan keempat belum dimulai, ini baru launching. Nanti minta sinerginya dari mereka kepada daerah, kami katakan siap saja,” ujarnya.
Selain membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, pasar murah diharapkan mendukung pengendalian inflasi daerah. Tohar menyebut kelompok makanan dan minuman masih menjadi salah satu penyumbang inflasi di PPU.
Tantangan itu semakin besar karena pasokan pangan daerah masih bergantung pada pengiriman dari luar wilayah, termasuk Jawa dan Sulawesi. Karena itu, ketepatan lokasi dan koordinasi distribusi menjadi kunci agar program pasar murah memberikan manfaat nyata. (Adv/Nad)









