Ideanews.co, Penajam – Dinas Perikanan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, terus mendorong pengembangan budidaya rumput laut jenis sango-sango (Gracilaria), khususnya di Kecamatan Babulu. Komoditas tersebut kini menjadi salah satu sumber penghasilan utama masyarakat pesisir karena dapat dibudidayakan bersama udang dan ikan bandeng dalam satu tambak.
Kepala Dinas Perikanan PPU, Andi Trasodiharto, mengatakan sebagian besar masyarakat di kawasan Babulu Laut telah mengembangkan budidaya sango-sango dengan sistem polikultur. Pola ini memungkinkan pembudidaya mengoptimalkan pemanfaatan lahan tambak sekaligus memperoleh hasil dari beberapa komoditas perikanan.
“Usaha sampingan rumput laut ini sekarang menjadi usaha pokok. Bahkan dapat ditebar bersamaan dengan bibit udang dan bandeng. Hampir semua tambak di Babulu Laut sudah ditanami rumput laut, dan ini menjadi potensi besar kita,” ujar Andi, Kamis (15/10/2026).
Menurutnya, kawasan Babulu Laut memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan. Luas lahan tambak produktif di wilayah tersebut diperkirakan mencapai 4.000 hingga 5.000 hektare. Produksi rumput laut rata-rata dapat mencapai tiga ton per hektare, dengan total produksi sekitar 9.000 ton per tahun.
Saat ini, terdapat sekitar 35 kelompok pembudidaya ikan (pokdakan) rumput laut di Babulu Laut dengan jumlah anggota lebih dari 300 orang. Banyaknya masyarakat yang terlibat menunjukkan bahwa komoditas tersebut memiliki peran penting dalam menopang perekonomian warga setempat.
Andi menjelaskan, salah satu alasan masyarakat memilih budidaya sango-sango ialah siklus panennya relatif cepat. Dalam kondisi yang mendukung, pembudidaya dapat melakukan panen hingga dua kali dalam sebulan, sehingga berpotensi memberikan pemasukan secara berkala.
Meski demikian, proses pascapanen masih menjadi tantangan. Selama ini, rumput laut dijemur secara manual, kemudian dikemas menggunakan karung untuk dipasarkan. Karena itu, Dinas Perikanan PPU ingin mendorong peningkatan kualitas penanganan dan pengolahan hasil panen.
“Kami ingin ke depannya ada peningkatan kualitas pascapanen. Jika rumput laut ini diolah menjadi tepung, nilai jualnya akan jauh lebih mahal. Hal ini tentu akan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” terangnya.
Selain Babulu, Dinas Perikanan PPU juga berencana mengembangkan budidaya sango-sango di Kecamatan Waru yang dinilai memiliki potensi. Upaya tersebut akan didukung melalui kerja sama dengan kalangan akademisi, salah satunya Universitas Mulawarman (Unmul).
Kerja sama itu direncanakan mencakup kajian ilmiah, pembuatan demplot atau tambak percontohan, serta pengadaan bibit unggul. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu pembudidaya memperoleh teknik budidaya yang tepat dan meningkatkan produktivitas.
“Kami akan buat demplot bekerja sama dengan pembudidaya, pemerintah desa, dan akademisi untuk kajian teknis. Harapannya, kita tidak hanya mengandalkan bibit yang ada, tetapi bisa mendatangkan bibit unggul agar hasilnya lebih maksimal,” pungkasnya. (Adv/Nad)









