Ideanews.co, Penajam – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, memperpanjang status siaga darurat bencana hidrometeorologi 2026. Kebijakan ini diambil menyusul ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah.
Sekretaris Daerah (Sekda) PPU, Tohar, mengatakan perpanjangan status tersebut bertujuan memperkuat kesiapsiagaan dan penanganan bencana. Status siaga darurat yang sebelumnya berlaku hingga 31 Oktober kembali diperpanjang.
“Kita resmi memperpanjang kembali penetapan siaga darurat bencana yang akan berakhir nanti di 31 Oktober ini,” ujar Tohar, Selasa (20/10/2026).
Tohar mengapresiasi seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan dan pemadaman karhutla. Menurutnya, sinergi petugas dan berbagai pihak sangat penting untuk mengendalikan kebakaran sekaligus mencegah api meluas.
Meski demikian, ia menyoroti dugaan keterlibatan manusia dalam sejumlah kejadian kebakaran, terutama praktik pembukaan lahan dengan cara membakar.
“Tidak ada api yang menyala dengan sendirinya. Kejadian ini indikatornya hampir semua disengaja. Kelihatan dari fenomena pascabencana, apakah setelah terbakar ada yang memasang patok atau menanam tanaman baru, tinggal kita telusuri,” ucap Tohar.
Ia menegaskan, dugaan tersebut perlu ditelusuri lebih lanjut untuk mengetahui penyebab kebakaran. Kondisi lahan setelah terbakar juga dapat menjadi petunjuk bagi pihak terkait untuk mengungkap kemungkinan aktivitas pembukaan lahan.
Selain mengandalkan petugas pemerintah, Tohar meminta perusahaan swasta di sektor perkebunan dan kehutanan turut membantu penanganan karhutla. Ia berharap perusahaan mendukung upaya pemadaman, terutama ketika kebakaran terjadi di sekitar wilayah operasional mereka.
Pemkab PPU juga memperhatikan kesehatan personel yang bertugas di lapangan. Pemeriksaan kesehatan secara berkala direncanakan untuk memantau kondisi petugas, khususnya saat mereka bekerja di tengah paparan asap dan kondisi lingkungan yang terdampak kebakaran.
Melalui perpanjangan status siaga darurat dan penguatan koordinasi lintas pihak, Pemkab PPU berharap penanganan karhutla semakin optimal serta risiko kebakaran meluas dapat ditekan. (Adv/Nad)









