Ideanews.co, Kutai Timur – Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memiliki kekayaan destinasi wisata yang tersebar di berbagai kecamatan. Potensi tersebut mencakup kawasan pantai, pulau, hutan, hingga peninggalan budaya dan sejarah yang dapat dikembangkan sebagai daya tarik pariwisata daerah.
Pemerintah Kabupaten Kutim telah menetapkan 150 objek wisata melalui Keputusan Bupati Kutai Timur Nomor 556/K.284/2025 tentang Penetapan Objek Wisata dan Zona Kreatif. Data tersebut menjadi salah satu dasar pemerintah daerah dalam mengenali serta mengembangkan potensi wisata yang tersebar di wilayah Kutim.
Kepala Dinas Pariwisata Kutim, Mahriadi, mengatakan setiap wilayah memiliki keunggulan yang berbeda. Keragaman tersebut memberikan banyak pilihan bagi wisatawan untuk menikmati berbagai pengalaman selama berkunjung ke Kutim. Rabu, (4/11/2026).
“Kalau kita melihat sebarannya, Kutai Timur mempunyai potensi wisata yang cukup beragam. Setiap wilayah memiliki daya tarik tersendiri, baik dari sisi alam, budaya maupun sejarah,” ungkap Mahriadi.
Salah satu kawasan yang menawarkan beragam destinasi ialah Sangatta Selatan. Wilayah ini memiliki Pantai Teluk Lombok, Teluk Prancis, Teluk Kaba, Teluk Singkama, kawasan mangrove, serta Agrowisata Kebun Kelulut.
Wilayah lain juga menyimpan potensi unggulan. Sangkulirang memiliki Pulau Miang dan Pantai Menggiri, sedangkan Bengalon menawarkan Pantai Sekerat serta Spot Paralayang Sekerat.
Berdasarkan klasifikasi pemerintah daerah, Kutim memiliki 80 wisata alam dan bahari, 48 situs warisan budaya, 11 objek wisata budaya dan sejarah, tujuh wisata buatan, serta empat wisata religi.
Mahriadi menegaskan, kekayaan pariwisata Kutim tidak hanya berasal dari keindahan alam. Peninggalan budaya dan sejarah juga memiliki peluang untuk menarik kunjungan wisatawan.
“Potensi yang kita miliki bukan hanya pantai atau wisata alam. Ada juga peninggalan budaya dan sejarah yang menjadi bagian dari kekayaan daerah dan bisa diperkenalkan sebagai daya tarik wisata,” jelasnya.
Pendataan 150 destinasi tersebut diharapkan menjadi pijakan pengembangan wisata berbasis potensi lokal sekaligus membuka peluang setiap kecamatan memperkenalkan keunggulannya. (Adv)









