Disdikpora PPU Prioritaskan Perbaikan Sejumlah Sekolah, Anggaran Capai Rp8 Miliar

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Disdikpora PPU, Ricci Firmansyah. (Idnews)

Ideanews.co, Penajam – Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memprioritaskan pembangunan lanjutan dan rehabilitasi sejumlah sekolah melalui anggaran Dana Alokasi Umum (DAU). Di tahun 2026 ini, sekitar 10 kegiatan dikerjakan dengan total anggaran sekitar Rp8 miliar.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Disdikpora PPU, Ricci Firmansyah, mengatakan sekolah yang menjadi prioritas antara lain SD 013 Penajam, SMP 27 Penajam, SD 002 Penajam serta SD 001 Waru.

Bacaan Lainnya

“Anggaran yang bersumber dari DAU. Itu sudah berjalan di beberapa sekolah, seperti lanjutan SD 013 Penajam, SMP 27 Penajam, serta kegiatan lainnya yang sifatnya rehabilitasi.” ungkapnya, Minggu (27/9/2026).

Ia menjelaskan, penanganan dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan masing-masing sekolah. Pekerjaan tidak hanya berupa pembangunan gedung baru, tetapi juga melanjutkan pekerjaan yang telah dimulai serta memperbaiki fasilitas yang mengalami kerusakan.

“Pembangunan untuk gedung sekolah ada, terus juga rehab-rehab juga ada. Jadi, lanjutan juga kita prioritaskan seperti lanjutan seperti SD 002 Penajam di Kelurahan Nenang,” ujarnya.

Di SD 002 Penajam, pekerjaan tahun ini merupakan lanjutan pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB). Tahap sebelumnya mencakup bagian atap, sedangkan pekerjaan berikutnya diarahkan pada penyelesaian plafon.

“Itu kemarin yang tahap pertama baru atap dan sekarang untuk plafonnya sehingga bisa berfungsi dengan maksimal,” katanya.

Sementara itu, SD 001 Waru mendapat penanganan rehabilitasi karena terdapat bagian lantai sekolah yang mengalami kerusakan.

“SD 001 Waru juga, itu kita lakukan rehab juga karena memang ada lantainya yang rusak, itu yang kita lakukan penanganan. Jadi lebih ke arah sana,” jelasnya.

Untuk mendukung seluruh pekerjaan tersebut, Disdikpora PPU menggunakan DAU sekitar Rp5 miliar pada 2026 dan sisa DAU tahun sebelumnya sekitar Rp3 miliar. Totalnya mencapai sekitar Rp8 miliar.

“Kalau DAU kita tahun ini itu sekitar Rp5 miliar, kemudian yang sisa DAU tahun kemarin sekitar Rp3 miliar,” ungkapnya.

Ricci menyebut keterbatasan kemampuan anggaran membuat jumlah sekolah yang dapat ditangani belum banyak. Karena itu, Disdikpora memfokuskan anggaran pada sekolah yang membutuhkan pembangunan lanjutan maupun perbaikan fasilitas.

Nilai setiap kegiatan bervariasi, mulai sekitar Rp300 juta hingga Rp1 miliar. Seluruh pekerjaan ditargetkan rampung pada awal Desember 2026.

“Iya, kalau untuk target penyelesaian kita di awal bulan Desember sudah selesai. Harapannya bisa berjalan sesuai rencana,” pungkasnya. (Adv/Nad)

Pos terkait

banner 868x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *