Ideanews.co, Samarinda – Kalimantan Timur tengah berada di titik persimpangan sejarah. Sebagai provinsi yang ditunjuk menjadi tuan rumah Ibu Kota Nusantara (IKN), tantangan yang dihadapi bukan hanya soal pembangunan fisik, tapi juga pembangunan manusia.
Menyadari hal itu, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim meluncurkan Program Pendidikan Kader Pemimpin Pemuda Daerah (PKPMD) Talenta Muda Kaltim 2025.
Program ini dirancang bukan sebagai pelatihan biasa, melainkan sebagai cetak biru jangka panjang untuk menyiapkan generasi pemimpin yang siap mengawal pergeseran pusat pemerintahan dan kekuasaan dari Jakarta ke jantung Kalimantan.
“Kita sadar betul, IKN akan jadi magnet kekuasaan, teknologi, dan ekonomi. Kalau kita tidak menyiapkan anak muda kita sekarang, maka kita hanya akan jadi penonton di halaman rumah sendiri,” tegas Rusmulyadi, Sub Koordinator Kepemimpinan, Kepeloporan, dan Kemitraan Pemuda Dispora Kaltim, Kamis (5/7/2025).
Rusmulyadi menyebut, PKPMD Talenta Muda merupakan upaya merumuskan sistem kaderisasi pemuda yang serius dan terukur. Bukan sekadar mengejar serapan anggaran, melainkan membangun kekuatan lokal agar pemuda Kaltim bisa tampil di ruang-ruang pengambilan keputusan nasional.
“Kaltim sampai hari ini belum punya wakil di level kementerian atau kepala lembaga. Itu bukan soal keberuntungan, tapi soal bagaimana kita membina SDM-nya sejak dini,” ujar Rusmulyadi.
Melalui seleksi ketat, 50 pemuda terbaik dari seluruh kabupaten/kota di Kaltim dipilih untuk mengikuti pelatihan intensif. Mereka tak hanya diajarkan ilmu kepemimpinan, tetapi juga materi strategis seperti tata kelola pemerintahan, hukum, geopolitik, keuangan publik, dan perencanaan pembangunan.
“Pemimpin era IKN harus cakap, tahan uji, dan punya visi. Kita tidak bisa lagi hanya mencetak orator, kita butuh operator pembangunan,” ujarnya menegaskan.
Dispora Kaltim juga menyatakan bahwa meskipun nilai IPP Kaltim saat ini masih berada di angka 64 dan dalam proses validasi Kemenpora, yang terpenting bukan sekadar angka, tapi kualitas arah kebijakan.
“Kami ingin masuk lima besar nasional, tapi bukan dengan cara kosmetik. Kami ingin menunjukkan bahwa Kaltim punya sistem pembinaan yang betul-betul membentuk pemimpin masa depan,” kata Rusmulyadi.
Rusmulyadi menekankan, tantangan utama bukan hanya mencetak pemimpin, tapi membentuk karakter dan kapasitas pemuda lokal yang mampu bersaing secara nasional bahkan global. PKPMD menjadi tempat lahirnya pemuda yang tidak hanya paham teori, tapi juga siap menghadapi kenyataan lapangan.
“Alumni program ini harus bisa jadi kepala daerah, anggota DPR, bahkan menteri. Kita ingin pemuda Kaltim tampil percaya diri di ruang-ruang elite nasional, bukan cuma sebagai peserta, tapi sebagai pengarah kebijakan,” tegasnya.
Melalui Talenta Muda, Dispora Kaltim membidik lebih dari sekadar prestise IPP atau keberhasilan program. Ini adalah bagian dari misi besar menjadikan Kaltim sebagai provinsi dengan sumber daya pemuda paling siap menghadapi transformasi Indonesia.
“Kalau kita ingin dihormati sebagai daerah strategis, maka kita harus siapkan pemimpin yang bisa bicara, bertindak, dan memimpin di forum nasional bahkan global. Dan itu, kita mulai dari sini,” tutup Rusmulyadi. (Adv)









