Lonjakan DBD di Nipah-Nipah, Dinkes PPU Temukan Banyak Jentik di RT 09

Kegiatan pemberantasan sarang nyamuk oleh Dinkes Kaltim. (Istimewa)

Ideanews.co, Penajam — Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tengah menghadapi peningkatan kasus demam berdarah dengue (DBD), terutama di Kelurahan Nipah-Nipah.

Dalam sepekan terakhir, delapan warga mayoritas anak usia sekolah dinyatakan positif dan sempat dirawat di RSUD Ratu Aji Putri Botung, Penajam. Dua di antaranya merupakan siswa Sekolah Islam Terpadu (SD IT) yang berada di bawah Yayasan Nurul Hikmah.

Penata Kelola Layanan Kesehatan Dinkes PPU, Harjito Ponco Waluyo, mengonfirmasi bahwa pola penularan terbesar berada di wilayah RT 09 Kelurahan Nipah-Nipah.

“Memang di situ jentik-jentiknya banyak. Kami temukan jentik Anopheles dan langsung lakukan penyisiran. Dari semua titik, RT 09 yang paling banyak,” ujar Harjito.

Ia menjelaskan, kasus pertama sebenarnya muncul di lingkungan warga sebelum laporan dari siswa SMP dan SD muncul. Dari pemetaan Dinkes, empat warga dari RT 09 lebih dulu dirawat. Setelahnya barulah dua siswa SAD IT dinyatakan positif dan dirawat intensif.

Menariknya, ketika tim epidemiologi Dinkes melakukan penyisiran di kompleks SD IT, mereka tidak menemukan jentik nyamuk di bak mandi maupun instalasi air. Namun kondisi lingkungan dinilai rawan.

“Jentik tidak ada, tapi kondisi sekitar itu kumuh. Banyak jerigen bekas, barang-barang menumpuk, tempat jemuran, dan pondok-pondok yang gelap. Itu jadi markas nyamuk. Bukan tempat berkembang biak, tapi tempat persinggahan,” kata Harjito.

Oleh karena itu, ia masih meragukan apakah penularan terhadap dua siswa SIT terjadi langsung di lingkungan sekolah.

“Kasusnya tidak berdekatan, anak-anak juga tinggal di lokasi berbeda. Untuk SD IT masih kami evaluasi seminggu ke depan. Kalau tidak ada kasus baru, berarti kemungkinan penularannya dari tempat tinggal masing-masing,” jelasnya.

Untuk diketahui, Dinkes PPU telah melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dua kali dalam dua pekan terakhir. Penyisiran dilakukan dari kamar mandi warga, bak mandi, hingga tempat-tempat yang sulit dijangkau.

“Yang bisa dikuras, kita kuras. Yang tidak terjangkau kita berikan larvasida. Fogging juga kita lakukan di semua ruangan sekolah, rumah warga, sampai halaman,” jelas Harjito.

Menurutnya, fogging hanya mematikan nyamuk dewasa, sehingga penyisiran jentik tetap menjadi langkah utama.

Hingga pekan ini, tidak ada penambahan kasus. Dinkes berharap rantai penularan sudah terputus, terutama di wilayah RT 09 yang menjadi fokus utama.

“Kita pantau sampai minggu ini. Semoga sudah berhenti di delapan kasus itu,” tutupnya. (Adv/Bey)

Related posts

banner 868x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *