Ideanews.co, Samarinda – Legislator Kalimantan Timur (Kaltim), Akhmed Reza Fachlevi, mengingatkan pemerintah agar tidak mengabaikan ketimpangan pembangunan antarwilayah yang masih mencolok di provinsi ini. Menurutnya, jika tidak segera diatasi, ketimpangan tersebut dapat menjadi bom waktu bagi stabilitas sosial dan ekonomi daerah.
Dalam pandangan Fraksi Gerindra terhadap Raperda Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029 yang ia sampaikan di rapat paripurna DPRD Kaltim, Reza menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Kaltim saat ini masih terlalu bertumpu pada beberapa wilayah sentral saja.
“Lebih dari 80 persen aktivitas ekonomi masih terkonsentrasi di lima kawasan utama. Ini sangat berisiko. Kalau tidak ada pemerataan, daerah lain akan semakin tertinggal,” kata Reza, Selasa (08/07/2025).
Ia secara khusus menyoroti kondisi Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) yang dinilainya masih tertinggal jauh, padahal menyimpan potensi sumber daya alam dan budaya yang luar biasa. Namun minimnya infrastruktur membuat Mahulu belum bisa berkembang optimal.
“Mahulu punya potensi besar, tapi infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, dan sistem irigasi masih sangat minim. Ini menunjukkan pembangunan kita belum menyentuh semua wilayah secara adil,” jelasnya.
Reza mendesak Pemerintah Provinsi Kaltim untuk segera mempercepat pemerataan pembangunan, termasuk melakukan investasi nyata di sektor transportasi dan layanan publik di daerah-daerah terpencil.
Tak hanya soal pembangunan fisik, ia juga mengingatkan pentingnya reformasi birokrasi yang merata hingga ke tingkat daerah. Menurutnya, tata kelola yang tidak efektif turut memperparah lambannya pelayanan kepada masyarakat.
“Kalau cuma wacana dan tidak menyentuh akar birokrasi di daerah, ya hasilnya tidak akan signifikan. Harus ada komitmen kuat dari pimpinan daerah,” ucapnya.
Ia pun mengusulkan agar pemerintah memiliki peta jalan pembangunan yang lebih inklusif, yang tidak hanya memprioritaskan kawasan IKN atau kota besar, melainkan juga memastikan wilayah-wilayah seperti Mahulu tidak terus terpinggirkan.
“Kalau terus begini, potensi daerah akan hilang tak tergarap. Pemerintah harus bertindak sekarang, sebelum ketimpangan jadi masalah serius ke depan,” pungkasnya. (Adv)









