Ideanews.co, Samarinda – Ketua PORTINA Kalimantan Timur, Supriyatmono, menegaskan bahwa pelestarian olahraga tradisional tidak cukup hanya melalui acara seremonial dan perlombaan semata. Ia menekankan pentingnya strategi terencana dan gerakan berkelanjutan yang melibatkan berbagai pihak, khususnya sekolah.
Di bawah kepemimpinannya, PORTINA terus menggencarkan sosialisasi olahraga tradisional ke sekolah-sekolah di Samarinda dan daerah lain di Kaltim. Tujuannya adalah menanamkan kecintaan terhadap olahraga tradisional sejak usia dini.
“Harus ada pergerakan yang nyata dan strategi jelas agar olahraga tradisional tetap hidup dan berkembang,” ujar Supriyatmono.
Salah satu inisiatif penting yang tengah dirintis adalah pembentukan Sentra Pembinaan Olahraga Lintas Sekolah, sebuah wadah bagi siswa dari berbagai sekolah untuk berpartisipasi aktif dalam olahraga tradisional secara konsisten dan berkelanjutan.
“Jika ini berjalan baik, olahraga tradisional bisa tumbuh secara alami dari lingkungan pendidikan dan menjadi bagian keseharian anak-anak,” jelasnya optimis.
Ia juga mengapresiasi sejumlah sekolah yang sudah menjadikan olahraga tradisional sebagai kegiatan ekstrakurikuler. Selain itu, ia menyebut perlombaan olahraga tradisional dalam Pekan Kebudayaan Daerah Juni lalu sebagai salah satu upaya besar untuk menghidupkan kembali olahraga tradisional. Kegiatan tersebut diikuti hampir 800 peserta dari enam cabang olahraga tradisional.
Supriyatmono menegaskan bahwa pelestarian olahraga tradisional bukan hanya soal menjaga fisik, tapi juga soal memelihara nilai, karakter, dan identitas bangsa yang harus dijaga bersama.
“Ini adalah warisan budaya yang mengandung nilai luhur, dan kita semua harus berkomitmen untuk melestarikannya,” tutupnya. (Adv)









