Ideanews.co, Penajam – Ketua Komisi II DPRD Penajam Paser Utara (PPU), Thohiron, menilai penguatan kelembagaan Koperasi Merah Putih melalui penyediaan lahan, pembangunan gudang, serta fasilitas penyimpanan dingin berskala besar merupakan langkah mendasar untuk menjaga kualitas dan harga komoditas pertanian daerah.
Menurutnya, fasilitas tersebut akan menjadi penyangga produksi agar tidak cepat rusak sebelum diedarkan ke pasar.
“Koperasi itu memang didorong punya gudang dan kulkas besar atau cold storage. Supaya produk petani bisa disimpan dulu sebelum dipasarkan. Kalau belum habis sehari, barang tidak langsung layu atau busuk,” kata Thohiron.
Ia mencontohkan fungsi fasilitas penyimpanan tersebut melalui situasi sehari-hari.
“Logikanya sama seperti di rumah. Kalau tidak punya kulkas, sisa belanja bisa rusak. Nah, ini dalam skala besar. Makanya perlu gudang dan penyimpanan dingin,” ujarnya.
Menurut Thohiron, pembangunan fasilitas penyimpanan bukanlah sesuatu yang membebani, melainkan investasi jangka panjang untuk meningkatkan daya saing ekonomi lokal.
“Bukan merepotkan. Justru memudahkan. Kalau ingin maju, fasilitas penopang harus disiapkan,” terangnya.
Soal penyediaan lahan, ia menegaskan hal itu merupakan tanggung jawab koperasi. Desa maupun kelurahan yang mendukung program ini, kata Thohiron, dapat memaksimalkan ruang fiskal dan peluang pembiayaan yang ada.
“Mereka punya anggaran. Masa DPR yang nyarikan lahan? Banyak tanah kosong di desa, tinggal beli. Koperasi juga bisa akses dana KUR atau pinjaman lunak,” ucapnya.
Ia menilai jika fasilitas penyimpanan sudah berfungsi, sistem tata niaga komoditas di PPU akan lebih stabil. Produk pertanian dapat ditampung dan diedarkan dengan ritme yang sesuai kebutuhan pasar, bukan sekadar menunggu cepat laku karena takut rusak.
“Kalau sistemnya berjalan, ini akan memperbaiki kualitas rantai pasok dan membuat harga petani lebih terjaga. Kita doakan saja berjalan baik,” tandasnya. (Adv/Bey)









