Panahan PPU: Membidik Prestasi, Menyongsong POPDA dan Porprov dengan Semangat Juang

Ketua Perpani PPU, Sayyid Hasan. (Ist)

Ideanews.co, Penajam Paser Utara – Suara anak panah yang menembus udara sore di Lapangan Panahan Penajam Paser Utara (PPU) menjadi pertanda: semangat juang tengah menyala. Di bawah terik matahari yang perlahan meredup, para atlet muda fokus membidik sasaran. Keringat mengalir di pelipis, tapi mata mereka tetap menatap lurus pada target seolah di ujung anak panah itu tersimpan harapan besar untuk daerahnya.

Panahan di PPU kini bukan lagi olahraga sunyi. Di balik kesederhanaan peralatan dan fasilitas, tumbuh tekad besar untuk membuktikan bahwa prestasi tak selalu lahir dari tempat megah, tetapi dari ketulusan berlatih dan keyakinan untuk maju.

Read More

Ketua Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) PPU, Sayyid Hasan, menyebut semangat itu semakin menguat menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Daerah (POPDA) tahun ini. Ia menyaksikan sendiri bagaimana para atlet muda setiap hari datang berlatih, menajamkan teknik, dan memperkuat mental mereka.

“Kami sudah siap bertanding dan memberikan kemampuan terbaik untuk Penajam Paser Utara. Sebagai tuan rumah, kami ingin menunjukkan semangat dan kemampuan para atlet muda kami,” ujarnya penuh keyakinan, Kamis (13/11/2025).

Bagi Sayyid, POPDA bukan hanya soal menang atau kalah, tapi tentang membentuk karakter. Ia percaya ajang ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk belajar disiplin, pantang menyerah, dan percaya pada kemampuan sendiri. Di antara mereka, mungkin kelak lahir pemanah-pemanah hebat yang akan membawa nama PPU di kancah nasional.

Namun perjalanan tak berhenti di sini. Setelah POPDA, target besar berikutnya sudah menanti: Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur 2026 di Kabupaten Paser.

“Kami yakin panahan bisa jadi salah satu kekuatan utama PPU di Porprov nanti. Semangat atlet sangat tinggi, dan kami terus menjaga konsistensi latihan agar bisa mencapai target yang diinginkan,” tambahnya.

Sayyid juga berharap dukungan pemerintah daerah semakin nyata. Bagi dirinya, pembinaan olahraga bukan sekadar soal latihan, tapi juga soal lingkungan yang mendukung. Lapangan yang layak, peralatan yang memadai, dan perhatian kepada atlet menjadi kebutuhan yang tak bisa diabaikan.

“Kami berharap pemerintah terus memberikan dukungan, baik dari segi fasilitas maupun pengembangan. Dengan sarana yang memadai, panahan bisa menjadi cabang unggulan yang membawa nama baik PPU di tingkat provinsi maupun nasional,” tuturnya.

Di lapangan itu, suara tawa para atlet sesekali pecah di antara latihan serius. Mereka masih remaja namun di tangan mereka, busur dan panah bukan sekadar alat olahraga, melainkan simbol perjuangan. Perjuangan untuk menunjukkan bahwa PPU punya potensi besar, punya generasi yang siap berprestasi.

Dan di setiap anak panah yang melesat ke udara, tersimpan doa dan keyakinan: bahwa suatu hari nanti, mereka tak hanya membidik sasaran di papan, tapi juga membidik sejarah. (Tim Redaksi)

Related posts

banner 868x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *