Ideanews.co, Penajam — Upaya pemerintah daerah memperkuat sektor koperasi di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menghadapi tantangan serius. Minimnya kompetensi pengelola di tingkat lapangan membuat pendamping koperasi kewalahan menangani urusan teknis yang seharusnya menjadi tugas dasar organisasi.
Bupati PPU Mudyat Noor mengakui kondisi tersebut sebagai salah satu hambatan utama peningkatan kualitas koperasi. Banyak pengelola yang belum memahami administrasi, pengurusan perizinan, hingga penyusunan rencana usaha, sehingga tugas pendamping menjadi berlipat ganda.
“Pendamping ini bebannya berat. Kompetensi pengelola koperasi masih sangat minim, terutama soal perizinan dan pengelolaan,” ujar Mudyat, Rabu (12/11).
Untuk mengurai masalah tersebut, pemerintah daerah mulai mengerahkan dukungan tambahan dari Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskukmperindag) PPU. Langkah ini dilakukan agar para pengelola tidak sepenuhnya bertumpu pada pendamping yang jumlahnya terbatas.
“Makanya dibantu sama teman-teman di Diskukmperindag. Pemerintah daerah tetap mendampingi agar koperasi ini bisa naik kelas,” katanya.
Selain pembenahan kapasitas internal, Pemkab PPU juga menyiapkan langkah strategis membuka keterlibatan perbankan dalam pengembangan koperasi. Menurut Mudyat, dukungan perbankan dapat memperkuat penyusunan rencana bisnis sekaligus memperluas akses pembiayaan.
“Perbankan juga kita dorong. Mudah-mudahan bisa terlibat nanti, terutama terkait rencana bisnis mereka,” tutupnya.
Di tengah peran koperasi yang diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi lokal, pemerintah daerah menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi kunci agar koperasi dapat berkembang dan bersaing secara sehat. (Adv/Bey)









