Ideanews.co, Penajam – Wakil Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Abdul Waris Muin meminta keterlambatan pencairan bantuan pendidikan melalui program Kartu Penajam Cerdas (KPC) segera ditelusuri.
Pencairan bantuan yang sebelumnya ditargetkan berlangsung pada Agustus 2026 hingga kini belum diketahui perkembangan terbarunya. Waris mengaku belum memperoleh informasi pasti mengenai kendala yang menyebabkan proses tersebut belum berjalan.
Padahal, sebelumnya Bank Kaltimtara telah menyatakan kesiapan untuk mendukung proses pencairan. Karena itu, Waris meminta pihak terkait mengecek kembali tahapan penyaluran untuk mengetahui letak persoalannya.
“Saya kira Kepala BPD Kaltimtara itu hari itu menyampaikan bahwa sudah siap di bulan 6 kemarin. Nah, ternyata nanti coba kita lihat ke sana apa penyebabnya,” kata Waris usai rapat paripurna DPRD PPU, Senin (28/9/2026).
Menurutnya, keterlambatan perlu segera mendapat kejelasan karena KPC merupakan program bantuan pendidikan bagi pelajar di PPU. Ia menilai perlu dipastikan apakah persoalan terjadi pada proses administrasi pemerintah daerah, transfer anggaran, kelengkapan data, atau mekanisme penyaluran di perbankan.
Waris juga menyoroti alasan terkait data yang disebut menjadi salah satu kendala. Menurut dia, persoalan tersebut perlu dievaluasi jika terus berulang dalam pelaksanaan program.
Ia mendorong koordinasi antara BPD Kaltimtara dan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) PPU untuk memastikan tahapan pencairan berjalan.
“Kalau terkait dengan data, ya kan masa tiap sudah dua tahun kerja, tahun kedua masih data? Ya, enggak tahu kita yang mana yang benar,” ujarnya.
Waris menegaskan, anggaran KPC telah masuk dalam APBD 2026 dan proses penganggarannya telah disahkan. Dengan demikian, menurutnya, hal yang perlu dipastikan selanjutnya adalah mekanisme penyaluran.
Ia berharap seluruh pihak segera duduk bersama untuk mencari titik persoalan sehingga penerima manfaat tidak terus menunggu pencairan bantuan pendidikan tersebut. (Adv/Nad)









