Ideanews.co, Penajam – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengusulkan pembangunan dua embung baru di Jenebora dan Buluminung serta intake air baku di hulu Sungai Riko. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat ketersediaan air bersih bagi masyarakat sekaligus mendukung perkembangan kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Usulan pembangunan infrastruktur sumber daya air tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah seiring meningkatnya kebutuhan pelayanan dasar di wilayah PPU. Pemenuhan air baku dinilai perlu dipersiapkan sejak awal agar pertumbuhan permukiman dan fasilitas strategis dapat didukung infrastruktur yang memadai.
Bupati PPU, Mudyat Noor, sebelumnya telah menemui Menteri Infrastruktur untuk menyampaikan potensi daerah serta arah pembangunan PPU ke depan.
Sekretaris Daerah (Sekda) PPU, Tohar, mengatakan pembangunan infrastruktur air baku merupakan kebutuhan penting yang harus dipersiapkan sejalan dengan perkembangan kawasan IKN.
“Pemenuhan kebutuhan air bersih ini menjadi hal penting yang harus kita persiapkan. Karena itu, kami mengusulkan pembangunan intake di hulu Sungai Riko serta Embung Jenebora dan Embung Buluminung agar ketersediaan air baku dapat mendukung kebutuhan masyarakat dan kawasan yang berkembang,” ujarnya, Kamis (8/10/2026).
Intake di hulu Sungai Riko direncanakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Kecamatan Penajam sekaligus menunjang operasional Bandara VVIP di Kelurahan Jenebora.
Sementara itu, Embung Jenebora dan Embung Buluminung diproyeksikan memperkuat ketersediaan air baku bagi masyarakat, perumahan, serta kawasan permukiman yang berkembang di sekitar IKN.
Pemkab PPU berupaya menyelaraskan usulan tersebut dengan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) dan peluang pengajuan Proyek Strategis Nasional (PSN) 2027. Namun, realisasinya masih membutuhkan kesiapan dokumen, perencanaan teknis, serta kepastian pembiayaan.
Tohar menyebut keterbatasan kemampuan fiskal daerah menjadi salah satu alasan perlunya dukungan pemerintah pusat untuk merealisasikan pembangunan tersebut.
“Kami berharap usulan ini dapat diselaraskan dengan program pembangunan pemerintah pusat, sehingga kebutuhan air bersih masyarakat PPU bisa menjadi bagian dari perencanaan pembangunan kawasan IKN,” tambahnya.
Pemkab PPU berharap pembangunan infrastruktur air baku dapat berjalan seiring dengan pengembangan IKN. Dengan dukungan dan perencanaan yang matang, kebutuhan dasar masyarakat di daerah penyangga diharapkan tetap menjadi bagian penting dalam agenda pembangunan nasional. (Adv/Nad)









