Ideanews.co, Penajam –
Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) mengembangkan usaha berbasis limbah kelapa sawit. Langkah ini bertujuan membuka peluang pendapatan baru sekaligus meningkatkan nilai ekonomi hasil samping perkebunan.
Bupati PPU, Mudyat Noor, mengatakan luasnya perkebunan kelapa sawit di daerahnya menyimpan potensi ekonomi yang dapat masyarakat kembangkan. Menurutnya, peluang usaha tidak hanya berasal dari hasil panen tandan buah segar, tetapi juga dari pemanfaatan sisa produksi perkebunan.
Mudyat menyampaikan hal tersebut saat membuka Workshop Hilirisasi Limbah Sawit di Kantor Bupati PPU, Selasa (20/10/2026). Kegiatan ini melibatkan 100 peserta dari kalangan pelaku UMKM, petani, dan pelaku usaha perkebunan kelapa sawit.
Mudyat menjelaskan, masyarakat dapat mengolah berbagai jenis limbah sawit menjadi produk bernilai tambah. Limbah cair, misalnya, berpotensi menghasilkan energi terbarukan melalui teknologi pengolahan yang sesuai. Sementara itu, pelepah sawit dapat menjadi bahan pakan ternak, sedangkan tandan kosong kelapa sawit dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pupuk organik.
“Potensi perkebunan sawit tidak berhenti pada hasil panennya. Sisa produksi yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal juga dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi bagi masyarakat,” ujar Mudyat.
Selain untuk pertanian dan peternakan, limbah sawit juga membuka peluang usaha kerajinan tangan. Melalui kreativitas dan keterampilan, pelaku UMKM dapat mengolah bahan tersebut menjadi produk yang memiliki nilai jual.
Karena itu, Mudyat mendorong petani dan pelaku UMKM agar mulai melihat limbah perkebunan sebagai peluang usaha. Ia menilai pemanfaatan sisa produksi secara optimal dapat membantu masyarakat mengembangkan sumber pendapatan tambahan.
Di sisi lain, Mudyat menekankan pentingnya pengelolaan limbah yang berkelanjutan. Menurutnya, pengembangan perkebunan kelapa sawit perlu berjalan seiring dengan upaya menjaga lingkungan dan meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya.
“Hilirisasi limbah sawit dapat membuka ruang usaha baru bagi masyarakat. Jika dikembangkan secara berkelanjutan, upaya ini berpotensi memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan pendapatan pelaku usaha lokal,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskukmperindag) PPU, Muhammad Yusuf Basra, menjelaskan bahwa workshop tersebut bertujuan memperluas wawasan masyarakat mengenai peluang pengolahan limbah sawit.
Melalui kegiatan ini, peserta dapat mengenali berbagai alternatif usaha dengan memanfaatkan bahan baku yang tersedia di lingkungan sekitar. Pengetahuan tersebut diharapkan membantu petani dan pelaku UMKM mengembangkan produk turunan sesuai potensi daerah.
Pemkab PPU berharap upaya hilirisasi ini mampu memperkuat peran UMKM dalam rantai ekonomi kelapa sawit. Selain meningkatkan nilai guna limbah, pengembangan usaha tersebut juga berpeluang membuka lapangan kerja, menambah pendapatan masyarakat, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. (Adv/Nad)









