Manfaatkan Lahan 17 Hektare, Pemkab PPU Percepat Optimalisasi Embung Lawe-lawe

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah PPU, Nicko Herlambang. (Idnews)

Ideanews.co, Penajam – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) mengoptimalkan Embung Lawe-lawe di Kelurahan Lawe-lawe, Kecamatan Penajam, sebagai salah satu sumber cadangan air untuk mengantisipasi krisis air bersih. Upaya ini mendapat dukungan Pertamina melalui pemanfaatan lahan seluas sekitar 17 hektare.

Pemanfaatan lahan tersebut menjadi langkah strategis pemerintah daerah untuk meningkatkan kapasitas tampungan air. Selama ini, potensi cadangan air di kawasan tersebut belum termanfaatkan secara maksimal karena sebagian aliran air belum tertampung dengan baik.

Bacaan Lainnya

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah PPU, Nicko Herlambang, mengatakan optimalisasi embung menjadi pilihan yang lebih memungkinkan dibandingkan pembangunan bendung baru yang membutuhkan anggaran besar. Senin, (2/11/2026).

“Menggunakan skema bendung itu biayanya cukup besar. Dengan keterbatasan anggaran, kita coba maksimalkan embung yang sudah ada,” ujar Nicko.

Ia menjelaskan, pemerintah tidak hanya mempertimbangkan kebutuhan anggaran, tetapi juga waktu pengerjaan. Menurutnya, masyarakat membutuhkan kepastian ketersediaan air bersih sehingga pemerintah perlu mencari langkah yang lebih cepat dan efektif.

“Pertimbangannya ini bukan hanya masalah biaya, tetapi adalah waktu,” katanya.

Selain mengoptimalkan Embung Lawe-lawe, Pemkab PPU juga membahas alternatif sumber air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama proses penyiapan cadangan air berlangsung. Salah satu opsi yang masuk pembahasan adalah pemanfaatan embung di wilayah Buluminung.

Nicko menyebutkan, kawasan Buluminung sudah memiliki sumber air yang berpotensi pemerintah manfaatkan. Namun, pemanfaatannya tetap memerlukan proses pengolahan atau treatment agar memenuhi standar lingkungan dan aman untuk digunakan.

“Ada opsi yang juga kita diskusikan, yakni embung dari wilayah Buluminung. Itu sudah ada existing air yang bisa digunakan. Tentu dalam prosesnya memenuhi treatment sehingga layak secara lingkungan hidup dan aman digunakan,” paparnya.

Melalui dua langkah tersebut, Pemkab PPU berharap ketersediaan cadangan air semakin terjaga. Optimalisasi infrastruktur yang sudah ada juga menjadi upaya pemerintah dalam mengatasi kebutuhan air bersih masyarakat tanpa harus bergantung pada pembangunan fasilitas baru yang memerlukan biaya besar. (Adv/Nad)

Pos terkait

banner 868x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *