Ideanews.co, Penajam – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, terus meningkatkan kualitas sarana pendidikan melalui program revitalisasi sekolah pada 2026. Program yang mendapat dukungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) ini mengalokasikan anggaran Rp27 miliar untuk memperbaiki dan membangun fasilitas di 60 satuan pendidikan.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) PPU, Ricci Firmansyah, mengatakan program tersebut menjangkau sekolah di empat kecamatan. Penerima bantuan terdiri atas 42 satuan pendidikan anak usia dini (PAUD), 10 sekolah dasar (SD), dan delapan sekolah menengah pertama (SMP).
Menurut Ricci, seluruh sekolah penerima bantuan telah memasuki tahap pengerjaan. Melalui program ini, pemerintah ingin memastikan sekolah memiliki fasilitas yang layak untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.
“Alokasi anggaran yang ditransfer oleh kementerian itu langsung ke rekening sekolah. Masing-masing sekolah yang melaksanakan kegiatannya,” ungkapnya, Kamis (15/10/2026).
Revitalisasi mencakup rehabilitasi bangunan yang mengalami kerusakan serta pembangunan fasilitas baru. Untuk rehabilitasi, sekolah dapat memperbaiki ruang kelas, ruang kantor, perpustakaan, dan toilet. Sementara itu, pembangunan baru mencakup ruang kelas, kantor, unit kesehatan sekolah (UKS), toilet, area bermain, serta ruang komputer.
Dengan cakupan tersebut, program revitalisasi tidak hanya memperbaiki kondisi bangunan, tetapi juga membantu sekolah memenuhi kebutuhan fasilitas pembelajaran. Selain itu, peningkatan sarana diharapkan menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman bagi siswa dan tenaga pendidik.
Jumlah revitalisasi meningkat dibandingkan tahun sebelumnya
Sekretaris Disdikpora PPU, Durajat, mengapresiasi dukungan pemerintah pusat melalui program revitalisasi. Ia menyebut jumlah kegiatan pada 2026 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sehingga semakin banyak sekolah memperoleh kesempatan memperbaiki fasilitasnya.
“Kalau tahun lalu ada 28 revitalisasi di Kabupaten PPU, saat ini lebih dari 70, jadi sangat membantu dengan program revitalisasi ini,” katanya.
Durajat menjelaskan, pekerjaan revitalisasi mencakup bangunan dengan tingkat kerusakan ringan, sedang, hingga berat. Penanganannya meliputi perbaikan lantai dan atap bangunan serta pembangunan sarana sanitasi, termasuk toilet yang layak.
Di sisi lain, Disdikpora PPU juga memetakan kebutuhan fasilitas dasar di sekolah yang belum memiliki sarana memadai. Pendataan tersebut mencakup ketersediaan meja, kursi, dan perlengkapan pendukung kegiatan belajar mengajar.
Pendataan kebutuhan dasar menjadi perhatian pemerintah daerah
Salah satu sekolah yang masih membutuhkan perhatian ialah SD Negeri 022 Penajam. Sekolah tersebut mengalami kebakaran pada Maret 2024. Kondisi ini menjadi salah satu perhatian dalam upaya pemenuhan fasilitas pendidikan di Kabupaten PPU.
Untuk mengetahui kebutuhan secara menyeluruh, Durajat telah meminta bidang sarana dan prasarana mendata sekolah yang masih kekurangan fasilitas dasar.
“Kami sudah meminta bagian sarana dan prasarana untuk mendata semua sekolah yang kebutuhan dasarnya belum lengkap,” tuturnya.
Melalui program revitalisasi dan pendataan tersebut, Pemkab PPU berupaya memperbaiki sarana pendidikan sekaligus memetakan kebutuhan sekolah secara lebih terarah. Dengan dukungan pemerintah pusat, pemerintah daerah berharap semakin banyak sekolah memiliki fasilitas yang layak dan mampu mendukung proses pembelajaran secara optimal. (Adv/Nad)









