Tiga Pekerja Tewas Tertimbun di Proyek RDMP Balikpapan, Polisi Dalami Dugaan Kelalaian Kerja

Kasat Reskrim Polres Penajam Paser Utara (PPU), AKP Dian Kusnawan. (Berby)

Ideanews.co, Penajam — Kasus meninggalnya tiga pekerja PT Semen Indonesia Logistik (Silog) dalam proyek penggalian kabel listrik di area Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) masih bergulir di tahap penyelidikan.

Polisi memastikan seluruh proses investigasi tengah berjalan, termasuk pemeriksaan terhadap pihak perusahaan dan saksi-saksi lapangan.

Kasat Reskrim Polres Penajam Paser Utara (PPU), AKP Dian Kusnawan, S.H., M.H., membenarkan bahwa penyidik telah melakukan sejumlah langkah penting sejak insiden maut itu terjadi.

Tiga buruh proyek tersebut meninggal dunia setelah tertimbun tanah saat bekerja, dan kini seluruh jenazah telah dimakamkan di daerah asal masing-masing.

“Penyelidikan sudah kami lakukan. Tiga pekerja itu meninggal dunia saat melaksanakan pekerjaan. Semua korban sudah dimakamkan,” ujar Dian kepada awak media, Jumat (7/11/2025).

Dian menjelaskan, pihaknya sudah memeriksa sekitar delapan saksi, termasuk rekan kerja korban, pihak manajemen proyek dari PT Silog, petugas medis, hingga sejumlah pihak dari Kilang Pertamina Balikpapan.

Unit identifikasi Polres juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama Polsek setempat.

“Kami sudah kumpulkan keterangan dari para saksi, termasuk dari pekerja di lokasi, pihak medis, serta unsur manajemen yang terkait. Tim identifikasi juga sudah turun untuk olah TKP,” jelasnya.

Meski demikian, kepolisian belum dapat menyimpulkan arah penyelidikan, termasuk soal dugaan kelalaian kerja yang menjadi sorotan publik dan DPRD.

“Semuanya masih kami dalami. Kalau ada bukti dan keterangan yang cukup, nanti akan kami gelar perkara untuk menentukan langkah selanjutnya,” kata Dian.

Ia juga menegaskan bahwa belum ditemukan tanda-tanda kekerasan atau unsur lain di luar kecelakaan kerja pada tubuh korban.

Namun, seluruh aspek keselamatan kerja (HSE) tetap disorot, terutama terkait kelengkapan alat pelindung diri (APD) dan sistem penggalian kabel yang dijalankan di lokasi proyek.

“Dari hasil pemeriksaan medis tidak ditemukan luka kekerasan, jadi murni kecelakaan kerja. Tapi terkait aspek keselamatan kerja, tetap kami telusuri. Semua data dan daftar peralatan safety sudah kami kumpulkan,” lanjutnya.

DPRD Kaltim sebelumnya juga menyoroti dugaan kelalaian prosedur keselamatan dalam proyek tersebut, termasuk kemungkinan adanya pelanggaran standar kerja di lapangan.

Menanggapi itu, Dian menyatakan penyelidikan kepolisian tetap berjalan secara independen dan bisa dikolaborasikan dengan hasil investigasi lembaga lain.

“Kalau DPRD atau instansi lain melakukan investigasi, itu sah-sah saja. Kita semua bekerja sesuai kewenangan masing-masing,” tegasnya.

Kasus ini masih berada di tahap investigasi dan belum mengarah pada penetapan tersangka. Dian memastikan pihaknya akan terbuka kepada publik setelah proses gelar perkara dilakukan.

“Kami masih melengkapi seluruh alat bukti. Nanti hasil akhirnya akan kami umumkan setelah gelar perkara selesai,” pungkasnya. (Bey)

Related posts

banner 868x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *