LKK Bukan Sekadar Agenda: Transformasi Kader Perempuan Menuju Kepemimpinan Progresif

OPINI – Latihan Khusus Kohati (LKK) bukan sekadar agenda formal dalam jenjang perkaderan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), melainkan sebuah ruang strategis bagi kader perempuan untuk membentuk karakter kepemimpinan, pemikiran kritis, serta sensitivitas terhadap isu-isu perempuan. Mengikuti LKK adalah bentuk komitmen kader perempuan dalam mengembangkan kapasitas dirinya secara menyeluruh.

Pertama, LKK berperan penting dalam membentuk critical thinking dan self-awareness kader perempuan. Dalam modul dan kurikulumnya, LKK memuat materi-materi yang bersifat konseptual seperti gender, kepemimpinan perempuan, peran strategis perempuan dalam Islam, hingga analisis sosial.

Menurut Himpunan Pedoman Perkaderan HMI, LKK merupakan jenjang perkaderan formal tertinggi dalam Kohati yang bertujuan untuk mencetak ideolog kader muslimah yang tangguh dan progresif. Ini membuktikan bahwa LKK bukan latihan biasa, tetapi wadah untuk membentuk pemimpin perempuan yang berpikir kritis dan bertindak solutif.

Kedua, LKK memperkuat jejaring kader perempuan di seluruh Indonesia. Dalam pelaksanaannya, LKK biasanya diikuti oleh peserta dari berbagai cabang HMI di seluruh Indonesia. Hal ini membuka peluang bagi kader untuk saling berbagi pengalaman, pemikiran, dan strategi gerakan. Di tengah tantangan perempuan dalam mengakses ruang-ruang pengambilan keputusan, jaringan yang kuat akan menjadi modal penting untuk mendorong perubahan dari bawah (grassroots).

Ketiga, tantangan perempuan hari ini semakin kompleks mulai dari ketimpangan gender, kekerasan berbasis gender, hingga keterbatasan akses pendidikan dan ekonomi. Melalui LKK, kader perempuan dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk menjadi agen perubahan. Fakta dari Komnas Perempuan tahun 2024 mencatat bahwa kekerasan terhadap perempuan masih terjadi dalam berbagai bentuk dan sektor. Oleh karena itu, keberadaan kader-kader perempuan yang terlatih dan peka sangat dibutuhkan untuk turut serta menyelesaikan persoalan tersebut.

Dengan mengikuti LKK, kader Kohati tidak hanya memenuhi kewajiban struktural, tetapi sedang menanam investasi jangka panjang dalam kapasitas dirinya. Di masa depan, mereka bisa menjadi pemimpin, akademisi, aktivis, atau profesional yang berkontribusi secara nyata untuk umat dan bangsa.

Opini ini ditulis oleh Dinda Sindhu Prameshvari, Sekretaris umum Bidang Internal Kohati komisariat Syariah Uinsi Cabang Samarinda.

Related posts

banner 868x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *