Ideanews.co, Penajam – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menghadapi sejumlah kendala dalam memperkuat pengelolaan lingkungan dan persampahan menjelang penilaian Adipura 2026. Keterbatasan anggaran serta belum tersedianya tenaga penyuluh lingkungan menjadi dua persoalan yang perlu mendapat perhatian.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH PPU, Kamaruddin, mengatakan dukungan anggaran untuk sektor lingkungan masih terbatas. Alokasi anggaran yang belum mencapai tiga persen dinilai turut memengaruhi kemampuan daerah dalam memenuhi kebutuhan program pengelolaan lingkungan.
“Pertama anggaran kita belum tiga persen. Yang kedua terkait sumber daya manusianya atau tenaga penyuluh belum ada, penyuluh lingkungan,” kata Kamaruddin, Sabtu (10/10/2026).
Menurutnya, ketiadaan tenaga penyuluh lingkungan menjadi tantangan dalam memperluas edukasi dan pendampingan kepada masyarakat. Padahal, peran masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjaga kebersihan lingkungan, membiasakan pemilahan sampah, serta mengurangi timbulan sampah sejak dari sumbernya.
Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, koordinasi dengan perangkat daerah dan unsur pemerintahan di tingkat kecamatan, desa, serta kelurahan menjadi penting. Kolaborasi diperlukan agar sosialisasi mengenai kebersihan dan pengelolaan sampah tetap berjalan di tengah keterbatasan sumber daya manusia.
Selain itu, DLH PPU tengah menyusun dokumen perencanaan persampahan sebagai pedoman untuk menentukan kebutuhan, program, dan langkah penanganan sampah secara lebih terarah. Dokumen tersebut diharapkan menjadi dasar pengelolaan yang berkelanjutan, bukan sekadar untuk memenuhi kebutuhan penilaian Adipura.
Kamaruddin juga menyoroti adanya perbedaan persepsi dalam penilaian lapangan, terutama pada titik pemantauan perairan dan lingkungan.
“Ada beda persepsi juga dari penilaian di lapangan, penilaian di titik pantau perairan dan lingkungan, nah itu berbeda,” ungkapnya.
Perbedaan tersebut menjadi bahan evaluasi agar aspek penilaian dapat dipahami dengan lebih baik. Dengan begitu, DLH PPU dapat mengidentifikasi bagian yang perlu dibenahi dan menyesuaikan langkah perbaikan berdasarkan indikator yang digunakan.
Meski menghadapi berbagai keterbatasan, DLH PPU berharap evaluasi dan pembenahan yang dilakukan dapat meningkatkan capaian Adipura pada 2026. Perbaikan pengelolaan persampahan, perencanaan yang terarah, serta peningkatan kesadaran masyarakat diharapkan menjadi bagian penting dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan.
“Harapannya tahun ini bisa lebih baik dari tahun sebelumnya, capaiannya juga meningkat,” tutup Kamaruddin.(Adv/Nad)









