Ideanews.co, Penajam – Pelabuhan Benuo Taka di Kelurahan Buluminung, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), menyimpan potensi besar sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun, keterbatasan infrastruktur membuat pemerintah daerah belum mampu mengoptimalkan aktivitas ekonomi dan operasional di kawasan pelabuhan tersebut.
Sejumlah fasilitas yang perlu pemerintah kembangkan meliputi tangki timbun minyak sawit mentah atau crude palm oil(CPO), peningkatan akses jalan, gudang, hingga perkantoran. Kelengkapan fasilitas ini diharapkan menarik lebih banyak pelaku usaha untuk meningkatkan aktivitas pelabuhan. Kamis, (29/10/2026).
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) PPU, Agus Dahlan, mengatakan Pelabuhan Benuo Taka masuk dalam tiga besar potensi PAD di daerah. Namun, kondisi fasilitas yang masih terbatas menjadi kendala untuk meningkatkan pendapatannya.
“Pelabuhan itu merupakan salah satu potensi PAD terbesar ketiga. Hanya saja, fasilitas kita di sana masih minim, sementara kita dituntut PAD yang besar,” kata Agus.
Untuk memperkuat pengelolaan, Dishub PPU telah membentuk Badan Usaha Pelabuhan (BUP). Agus berharap badan usaha tersebut dapat menjalin kerja sama dengan para pengusaha sehingga mampu meningkatkan aktivitas ekonomi sekaligus penerimaan daerah.
“Ke depannya kita sudah ada BUP yang sudah kita bentuk. Kita harapkan BUP ini bekerja sama dengan pengusaha-pengusaha, sehingga PAD kita akan bertambah,” ucapnya.
Dalam pembagian tugas, BUP menjalankan kegiatan operasional, sedangkan Dishub bertindak sebagai regulator. Pemerintah daerah tetap menerima pendapatan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kita tetap sebagai regulatornya. Nanti pelaksanaannya BUP, Dishub hanya sebagai regulator,” tegasnya.
Saat ini, Dishub menerapkan tarif masuk kendaraan Rp10 ribu, retribusi curah basah dan kering Rp15 ribu per ton, serta pasir dari Batu Licin Rp500 ribu per ton.
Agus menambahkan, BUP dan pemerintah daerah akan membagi keuntungan dalam bentuk dividen dengan porsi masing-masing 50 persen.
(Adv/Nad)









