Banjir Rendam RSUD Penajam, Diduga Akibat Parit Mampet dan Proyek Bangunan Baru

Situasi saat RSUD Ratu Aji Putri Botung tergenang banjir. (Berby/Idea News)

Ideanews.co, Penajam — Hujan deras yang mengguyur wilayah Penajam pada Rabu siang, 12 November 2025, membuat sebagian area RSUD Ratu Aji Putri Botung (RAPB) tergenang air. Sekitar pukul 13.30 Wita, air setinggi 10 hingga 15 sentimeter masuk ke sejumlah ruangan rumah sakit.

Genangan meluas ke Instalasi Gawat Darurat (IGD), ruang rawat jalan, depo farmasi, lapangan, hingga area depan manajemen rumah sakit. Sejumlah petugas kebersihan tampak sibuk menguras air dan membersihkan lumpur yang terbawa masuk.

“Sekitar jam setengah dua air langsung naik. Awalnya kering, tapi tiba-tiba banjir. Untung pasien di ruang tunggu sudah tidak ada,” kata Rusdiansyah, petugas kebersihan rumah sakit yang ditemui di lokasi.

Sejak pukul dua siang, ia bersama rekan-rekannya terus membersihkan lantai agar air tak makin meluas. “Airnya cepat naik karena parit di luar kayaknya mampet,” ujarnya.

Sekitar pukul 14.30 Wita, tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Penajam Paser Utara tiba di lokasi. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan penyebab genangan berasal dari sumbatan di parit sekitar bangunan baru RSUD.

“Di sekitar area proyek ada timbunan material yang menutup saluran. Sementara paritnya kecil dan dangkal, jadi air tidak tertampung dan meluap ke dalam rumah sakit,” ujar Amrullah, Pelaksana Tugas Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD PPU.

Ia menjelaskan, aliran air dari parit kecil ke parit induk juga tersendat di beberapa titik sehingga menimbulkan kebuntuan.

“Airnya tidak jalan karena ada sumbatan di depan. Itu yang kami bantu bersihkan supaya bisa mengalir,” tuturnya.

BPBD mencatat kejadian serupa pernah terjadi sebelumnya, namun kali ini genangan muncul lebih cepat hanya satu jam setelah hujan deras turun. Air mulai surut sekitar pukul 16.00 Wita, sementara petugas kebersihan tampak bergotong-royong membersihkan sisa lumpur di sejumlah ruangan.

Untuk mencegah banjir serupa, BPBD berencana berkoordinasi dengan pihak rumah sakit dan instansi teknis lain guna memperbaiki sistem drainase. “Kami usulkan pelebaran dan pendalaman parit sekitar 10 sampai 30 sentimeter agar air bisa mengalir lebih cepat,” tutup Amrullah. (Adv/Bey)

Related posts

banner 868x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *