BKAD PPU Cairkan BTT Rp287 Juta, Prioritaskan Operasional Penanganan Karhutla

Petugas gabungan saat melakukan penanganan karhutla di Kelurahan Riko, Kecamatan Penajam, Jumat (25/9/2026). (Foto: Pusdalops BPBD PPU)

Ideanews.co, Penajam – Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mencairkan Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp287 juta untuk mendukung operasional penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di PPU.

Anggaran tersebut dicairkan dalam dua tahap, yakni Rp107 juta pada pencairan pertama dan Rp180 juta pada pencairan kedua ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU. Kebijakan ini diambil setelah alokasi anggaran reguler BPBD untuk penanganan karhutla habis.

Bacaan Lainnya

Kepala BKAD PPU, Muhajir, mengatakan pencairan BTT disesuaikan dengan intensitas kejadian karhutla dan kebutuhan penanganan di lapangan.

“BTT ini sudah dua kali kita cairkan ke BPBD karena melihat intensitas kejadian darurat kebakaran karhutla. Yang Rp180 juta kita cairkan beberapa minggu lalu, kalau yang pertama Rp107 juta. Sudah semua kita cairkan,” kata Muhajir, Sabtu (26/9/2026).

Menurutnya, BKAD tidak menyetujui seluruh usulan anggaran BPBD secara otomatis. Setiap pengajuan terlebih dahulu melalui proses asistensi untuk memastikan kebutuhan sesuai dengan jumlah personel, frekuensi kejadian, dan operasional penanganan.

“Dari usulan BPBD itu tidak serta-merta semua item langsung disetujui. Kita asistensi, berapa kebutuhan personel yang turun, setiap kejadian berapa, melibatkan siapa, kita hitung,” ujarnya.

Muhajir menyebutkan, anggaran BTT yang disetujui difokuskan pada kebutuhan makan dan minum petugas, bahan bakar minyak (BBM), serta penyediaan air bersih. Sementara itu, usulan honor petugas tidak disetujui karena termasuk dalam tugas pokok dan fungsi masing-masing personel.

“Yang disetujui itu makan-minum di lapangan, BBM, kemudian untuk membeli air bersih. Itu saja, yang lainnya tidak,” jelasnya.

Ia menambahkan, perhitungan pencairan tahap kedua sebesar Rp180 juta mempertimbangkan jumlah kejadian dan personel yang terlibat dalam penanganan karhutla. Unsur yang diperhitungkan meliputi BPBD, Polres, Kodim dan unsur terkait lainnya.

“Per kejadian itu kan kita sudah hitung alokasinya berapa sekali turun. Nanti kita hitung dengan jumlah kejadian yang ada, jadi ketemulah angka itu dengan jumlah personel,” katanya.

Muhajir menambahkan, pihaknya tetap menerapkan efisiensi anggaran dalam menyalurkan dukungan melalui BTT. Setiap kebutuhan dipilah berdasarkan prioritas agar anggaran digunakan untuk menunjang operasional penanganan karhutla. (Adv/Nad)

Pos terkait

banner 868x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *