Ideanews.co, Kutai Timur – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) akan menerapkan Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) secara bertahap. Pemerintah daerah mempertimbangkan potensi kesenian di setiap sekolah serta ketersediaan seniman yang mampu mendampingi proses pembelajaran.
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kutim, Ilham, menjelaskan bahwa kesiapan sumber daya menjadi faktor penting dalam pelaksanaan program yang direncanakan semakin diperkuat mulai 2027.
Ia menyebut setiap sekolah memiliki potensi seni dan kebutuhan pengembangan yang berbeda. Karena itu, Disdikbud akan menyesuaikan bidang kesenian dengan karakteristik sekolah serta keahlian seniman yang tersedia. Jumat, (6/11/2026).
“Bisa tari, musik, fotografi, drama dan lainnya. Tergantung potensi sekolah dan seniman yang tersedia,” ujar Ilham.
Dalam pelaksanaannya, GSMS melibatkan pelaku seni maupun maestro untuk mengajar langsung di lingkungan sekolah. Mereka akan mendampingi siswa dalam periode tertentu sekaligus membagikan pengetahuan dan keterampilan sesuai bidang keahliannya.
Ilham mencontohkan keterlibatan maestro tari Jepen yang dapat mengajar siswa selama enam bulan. Melalui pola tersebut, peserta didik berkesempatan mempelajari kesenian secara langsung dari praktisi yang menguasainya.
“Konsepnya seniman masuk ke sekolah. Misalnya ada maestro tari Jepen, kemudian ditempatkan di sekolah untuk mengajar anak-anak selama enam bulan,” kata Ilham.
GSMS sendiri merupakan program Kementerian Kebudayaan yang membutuhkan dukungan pemerintah daerah. Selain menentukan sekolah sasaran, pemerintah daerah juga perlu menyiapkan pembiayaan agar kegiatan dapat terlaksana.
“Programnya dari pusat, tetapi pemerintah daerah juga harus menjemput dan menyiapkan anggarannya,” jelasnya.
Ilham menegaskan, keterbatasan jumlah seniman dan kemampuan anggaran membuat pemerintah tidak bisa menerapkan program tersebut sekaligus di seluruh sekolah. Oleh karena itu, Disdikbud akan menentukan peserta berdasarkan kesiapan masing-masing pihak.
“Tidak mungkin langsung semua sekolah. Kita menyesuaikan kemampuan pemerintah dan seniman yang bisa mendampingi,” katanya.
Disdikbud Kutim berencana memperkuat pelaksanaan GSMS mulai 2027. Program ini diharapkan membuka ruang bagi pelajar untuk mengenal beragam bidang seni sekaligus memperoleh pengalaman belajar langsung dari para seniman. (Adv)









