Ideanews.co, Penajam – Dinas Perikanan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, terus mendorong pengembangan industri pengolahan ikan rucah. Pemerintah daerah kini membidik investor untuk membangun pabrik tepung ikan. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan nilai ekonomi hasil tangkapan nelayan sekaligus membuka peluang usaha baru di sektor perikanan.
Sekretaris Dinas Perikanan PPU, Rusli, mengatakan ikan rucah berpotensi menjadi bahan baku industri tepung ikan. Namun, keterbatasan fasilitas pengolahan membuat pemanfaatan komoditas tersebut belum optimal. Selama ini, nelayan masih memasarkan hasil tangkapan mereka ke luar daerah untuk mendapatkan pembeli.
“Ini menjadi pekerjaan rumah buat kita. Kita masih mencari investor yang mau mendirikan usaha pengolahan seperti itu,” ungkap Rusli. Senin, (12/10/2026).
Rusli menyebut sekitar 150 unit kapal nelayan menangkap ikan rucah. Potensi tersebut dapat mendukung ketersediaan bahan baku bagi industri pengolahan. Meski demikian, pemerintah daerah masih membutuhkan investor yang bersedia mengembangkan usaha tersebut di PPU.
Menurutnya, keberadaan pabrik tepung ikan dapat mendekatkan akses pemasaran bagi nelayan. Mereka juga memiliki alternatif untuk menjual hasil tangkapan tanpa harus selalu mengirimkannya ke daerah tetangga.
Rusli juga melihat peluang pengembangan industri pengolahan melalui program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Pemerintah daerah dapat mengusulkan pembangunan pabrik sebagai fasilitas pendukung kegiatan ekonomi nelayan di kawasan tersebut.
“Kalau pabrik itu nanti, setelah kawasan terbangun, kita bisa usulkan. Yang penting lahannya masih tersedia,” ujarnya.
Ia menjelaskan, ketersediaan lahan menjadi salah satu faktor penting dalam rencana pembangunan pabrik. Selain itu, pemerintah perlu mempertimbangkan kebutuhan sarana pendukung agar kegiatan pengolahan berjalan optimal.
Di sisi lain, nelayan masih menghadapi tantangan dalam pemasaran hasil tangkapan. Sebagian dari mereka bergantung pada penggawa untuk memenuhi kebutuhan operasional, mulai dari kapal dan jaring hingga bahan bakar minyak (BBM).
Kondisi tersebut mendorong perlunya alternatif pasar yang lebih dekat dan berkelanjutan. Melalui pembangunan industri pengolahan, hasil tangkapan nelayan diharapkan memiliki nilai tambah dan mampu menggerakkan perekonomian pesisir.
Dinas Perikanan PPU terus membuka peluang investasi untuk mendukung pengembangan sektor perikanan. Jika terealisasi, pabrik tepung ikan berpotensi memperluas lapangan usaha, memperkuat rantai pemasaran, serta meningkatkan kesejahteraan nelayan di Benuo Taka. (Adv/Nad)









